HIDUP ADALAH UJIAN


Posted in HARAPANKU by Dewi

Hari ini Rabu 2 Mei 2007, aku mendapat ujian hidup yang cukup berat…. pagi2 seperti biasa aku dipanggil oleh atasan untuk membicarakan pekerjaan, beliau apresiasi dan mengharapkan aku dapat melaksanakan efisiensi yang optimal, namun setelah itu seperti biasa meluncurlah kata2 yang membuatku tertegun dan begitu menyakitkan …. tak ada kata2 selain istigfar karena kupikir ini adalah ujian hidup apakah aku dapat sabar menjalankan pekerjaanku.

Pekerjaan yang kulakukan luar biasa dari benang kusut telah kuuntai satu persatu dan kubuat sistem agar siapapun dapat melaksanakan sistem itu… kami semua bekerja keras agar efisien dapat tercapai …. setiap hari sejak bulan Januari jam 7 malam baru aku dan mbak Rohati bisa meninggalkan kantor karena memang volume kerja yang luar biasa… kami berdua berjuang dengan ihlas karena mengharapkan ridho dari Allah SWT… jadi kata-kata atasan yang menyakitkan … bagiku merupakan ujian hidup yang harus kujalani dengan penuh kesabaran…. temanku yang mempunyai nasib yang sama saat kuceritakan kata-kata atasan yang menyakitkan emosi dan menangis … alhamdulillah aku tidak emosi dan menangis karena air mataku telah habis saat Ibu ku meninggal kan aku menuju kampung akhirat… aku tidak mau menangis lagi… hanya untuk kata-kata yang menyakitkan…kusabarkan temanku dengan ucapan bahwa apa yang terjadi adalah ujian hidup… masih banyak orang yang mungkin mendapat ujian hidup lebih dari yang aku dan temanku alami…

Karena pekerjaan itu pula aku tidak pernah bisa kuliah S3 lagi untuk mata kuliah pertama dan selalu terlambat datang untuk mata kuliah malam hari… mata kuliah isu-isu kritis Prof Dr Anna Suhaenah sangat sulit untuk datang tepat waktu… dan beliau kembali agak marah saat aku terlambat mata kuliah hari ini Rabu 2 Mei 2007, di akhir kuliah aku datangi Prof Anna Suhaenah dan kutanyakan kepada beliau apakah aku boleh mengikuti mata kuliahnya lagi karena aku akan tetap terlambat mengingat volume perkerjaanku sejak Januari tahun 2007 ini… beliau mengatakan kalau aku tidak perlu mengikuti mata kuliahnya lagi karena datang terlambat tidak bermanfaat … inilah ujian kedua yang kuterima hari ini … aku minta maaf kepada Prof Anna Suhaenah dan mengatakan pamit tidak mengikuti kuliahnya lagi karena memang sulit untukku datang on time, dan malam ini sengaja aku datang untuk menjelaskan sekaligus minta maaf selalu terlambat… dengan berpamitan secara resmi akan lebih sopan daripada aku menghilang tidak mengikuti kuliah beliau lagi.

Malam sepulang dari kampus aku bicara kepada temanku Ferry Sinaga teman satu kelas dari BNI tentang 2 (dua) ujian hidup yang kualami hari ini, kukatakan bahwa hari ini aku mendapat ujian hidup yang sangat menguji kesabaranku… aku tetap bersyukur bahwa Allah mungkin sayang kepadaku apabila aku lulus dalam ujian hidup insyaAllah aku akan mendapat kebahagiaan di akhirat … kupikir semester depan aku bisa mengulang 5 (lima) mata kuliah yang pada semester ini tidak bisa kuikuti. Kuucapkan selamat tinggal kepada Ferry karena aku tidak bisa kuliah bersama-sama lagi… Ferry mengatakan marilah berdoa agar tetap tabah semoga bisa tetap mengikuti kuliah di masa datang dan menyelesaikan disertasi sehingga bisa sama-sama menyelesaikan program doktor ini, aku juga telah berpamitan kepada teman kelompokku dr Soenanto dan dr Iwan Asmara karena semester 1 kami selalu bahu membahu menyelesaikan tugas…

rasa tenang karena aku telah mengeluarkan isi hatiku yang kecewa.. sehingga hatiku kini tenteram kembali… dan senantiasa dapat bersyukur kepada Allah bahwa ujian yang kualami ini belum apa-apa…. memang apabila kita mempunyai masalah harus segera diselesaikan agar kita tidak mengingat kembali… dan menulis di web site merupakan salah satu penyelesaian yang terbaik untukku…. untunglah aku sudah mempunyai sarana untuk mengeluarkan rasa kecewaku sehingga aku bisa tersenyum kembali dan bisa menikmati tidur indahku….

You can leave a comment, or trackback from your own site. RSS 2.0

2 comments

  1. ginanjar says:

    Bu Dewi, selalu berpikir positif adalah jalan yang akan membuat kita tetap tenang, setiap peristiwa pasti selalu ada hikmahnya … (aduh.. kok saya malah seperti kasih nasihat ya… jadi malu.. :) )

    May 5th, 2007 at 5:02 pm

  2. muhammad noorsjamsi says:

    MasyaAllah, mudah2an aduan ibu dimilist ini dibaca malaikat dan didengar Allah swt.

    Yah tiap orang punya pengalaman yang sangat special didalam mengambil inti sari hidup yang menyakitkan dirinya. Akan tetapi tetap dan tabah dijalan Allah swt, sangatlah jarang orang menjembataninya. The track kehidupan yang ibu alami, ada juga pada saya. Ketika sebelum saya meninggalkan Indonesia. Yaitu DTKTD (Direktorat Tata Kota dan Tata Daerah) yang saat itu sedang mengurangi pegawainya, ternyata nama saya termasuk orang yang di PHK. Saya satu2nya anak yang besar saat itu yang bekerja didalam sebuah keluarga yang member famillinya 9 anak. Semuanya masih sekolah, bapak meninggal dunia. Saya baru saja menikah sekaligus saya tulang punggung mertua saya juga yang tanpa ayah juga.

    Ahirnya Australi lah pelabuhan hatiku. Hingga disini saya sebagai pengemban dakwah Islam.

    December 15th, 2007 at 4:37 am

Leave a comment


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku… Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :

Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services