“LULUS”
Manusia diciptakan dengan rasa ego, selalu merasa benar… bila rasa ego telah menyelubungi diri …biasanya sulit untuk memahami sesuatu….
Setelah hari Rabu 2 Mei 2007 aneh… pikiranku begitu jernih sebagai seorang professional… bekerja dan menghasilkan karya terbaik… tidak sedikitpun terpikir olehku perkataan negatif yg diucapkan secara berulang-ulang dari atasan.. bagiku kerja harus sungguh-sungguh karena merupakan amanah yang harus dijalankan, kulaporkan semua dengan wajah yang berseri-seri… hilang sudah kesuntukkanku pada hari Rabu malam… mungkin karena apa yang ada pada benakku telah kucurahkan pada web site … sehingga aku tidur pulas dan pagi bekerja dengan segar kembali ? Alhamdulillah aku bersyukur kepada Allah yang selalu melindungi dan memberikan jalan terbaik setiap saat… aku selalu beruntung karena selalu meminta dan bersyukur kepadaNYa dan ayat-ayat Allah yang selalu kubaca setiap malam beserta artinya menguatkan batinku dalam segala hal….
Aku akan selalu siap diganti oleh siapapun dan kepada penggantiku sudah kusiapkan keteraturan dan sistem yang baik… karena aku dan tim telah berusaha membuat sistem yang lebih baik……benang yang kusut itu telah kami untai satu persatu menjadi suatu keteraturan….. dan siapapun yang ditunjuk kini mempunyai pola keteraturan….
Hari Jum’at seperti biasa banyak pekerjaan yang harus dilaporkan karena atasan akan cuti satu minggu…. setelah selesai soal pekerjaan atasan tiba-tiba bertanya kepadaku mengapa aku tidak marah dan selalu ceria ?… pertanyaan yang mengagetkan… aku tertegun…rupanya beliau memperhatikan aku dengan selalu mengujiku lewat perkataan-perkataan yang menyakitkan.. aku menjawab untuk apa aku marah… rugi rasanya untuk marah atau kecewa yang membuat hati tidak ikhlas dan wajah menjadi kusam… semua ada di dalam hati apabila hati bersih maka pancaran wajah menjadi bersih dan timbul enersi positif … kujelaskan pula bahwa sebagai manusia normal akupun sering merasa marah yang amat sangat ..kemarahan itu cukup satu hari atau dua hari saja karena apabila aku marah, kemarahan dan kekecewaan kutulis pada Diary yang berbentuk website pribadi, sehingga kemarahan itu lepas dari hati… hati tidak dinodai kemarahan dan kekecewaan… sehingga tidak menganggu aktifitas … atasanku tersenyum mendengar penjelasan itu… dan kami banyak diskusi soal pekerjaan dengan visi yang sama …. Namun ada beberapa hal yang aku agak “ngeyel” tidak sependapat dengan beliau serta memberikan argumentasi atas ngeyel tersebut….
Di taxi malam hari saat perjalanan pulang ke rumah aku bersyukur pada Allah bahwa aku telah “lulus” ujian hati… telah bisa mengalahkan ego…. Banyak teman-teman yang belum bisa mengalahkan ego mereka … sehingga selalu berkeluh kesah, meratap, mencela dan berpikir negative … aku selalu heran … mengapa kita tidak berpikir positip terhadap apa yang telah dilakukan atasan atau perusahaan … menurutku beliau bekerja professional .. kalaupun ada yang tidak sependapat berikanlah argumentasi yang jelas… aku yakin dengan argumentasi yang jelas tentunya beliau dapat mempertimbangkannya….
Namun seperti biasa aku tidak pernah mau usil terhadap orang lain ..bagiku kita sebagai manusia harus selalu positif dan melakukan yang bermanfaat selama ada di dunia … karena pertanggungan jawab kita nanti di akhirat akan dipikul oleh masing-masing individu … kita tidak bisa lagi saling tolong menolong di waktu masa penghisaban …. Semua mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan selama di dunia … Apa yang ditulis temanku Erwin Ginanjar benar bahwa apabila kita selalu berpikir positif maka hati menjadi tenang ….
Semoga Allah selalu melindungi dari godaan syetan yang terkutuk dari arah kiri, kanan, depan dan belakang …. Dan dengan zikir akan memenangkan godaan itu….

