KEBAHAGIAAN
Kebahagiaan tidak tergantung pada uang/harta, tetapi uang/harta adalah salah satu komponen kebahagiaan ….
Saya adalah orang yang berprinsip kebahagian tidak tergantung pada uang tetapi memang benar uang merupakan salah satu komponen kebahagiaan …..
mengapa demikian ? karena kebahagiaan bagi saya bukanlah karena uang tetapi :
- bila pulang dari kantor anak-anak saya Irfan dan Iqbal menyambut ke mobil dengan mencium dan ucapan mamah capek? maka hilanglah segala suntuk dan kecapekan selama di kantor ..
- saat mengobrol bersama di tempat tidur dengan posisi tidur ditengah-tengah anak-anak ada disamping kiri kanan minta dicium dan dielus serta mereka saling bercerita tentang kegiatan masing-masing sambil bergurau … rasanya dunia begitu damai dan indah , hilang sudah kondisi yang memabukkan di luar rumah …
- Saat membawa pulang makanan kemudian anak-anak menyambut dan mencium saya dengan suka cita karena makanan yang dibeli adalah makanan kesukaan mereka dan makanan yang dibawa tersebut dapat dimakan bersama oleh seluruh keluarga
- Saat jalan-jalan berempat, saya dan suami duduk dibelakang sementara anak-anak duduk didepan bergantian menjadi supir sambil bergurau.. dan saya menyuapi mereka dengan bekal yang dibawa dari rumah
- saat bisa membeli sesuatu yang saya idam-idamkan setelah menabung … sesuatu tersebut akan saya pandangi terus menerus seraya bersyukur bahwa ternyata yang di-idam-idamkan tersebut bisa dibeli …
- saat memandang tatap mata 182 murid-murid saya yang jompo dan dhuafa gembira menyambut kedatangan saya dengan ucapan-ucapan dialek betawi yang kental dan lucu… duh alangkah bahagianya,
hal-hal tersebut membuat saya merasa sangat berbahagia … walaupun mungkin uang di dompet saya telah menipis.. dan rasa bahagia itu terucap dalam bentuk terus menerus bersyukur kepada Allah karena Allah memberikan kebahagian yang tiada terhingga …. sehingga sekecil apapun bentuk kebahagiaan akan membuat wajah menjadi berseri
Saat membaca surat kabar saya kadang merasa heran dengan orang yang menggunakan segala cara untuk mendapatkan uang/harta kemudian dihamburkan untuk memenuhi nafsunya… seperti :
- Dirumah Pa Widjanarko ditemukan uang 2 ember dan 1 koper dikamar mandi
- Dirumah Mbak Tutut di London ditemukan belanjaan sekamar penuh yang belum dibuka
- Teman-teman saya yang dengan bangganya memamerkan furniture yang dibeli di Da Vinci berharga ratusan juta
- Tetangga saya yang memamerkan puluhan motor harley davidsonnya di lantai dua di rumahnya yang khusus dibuat sebagai ruang Harley Davidson
Mereka sangat berbahagia dan puas karena keinginannya telah terpenuhi
Mohon maaf saya berpendapat kebahagiaan karena uang/kekayaan adalah semu … karena apabila uang diperoleh dengan mudah tentunya dikeluarkanpun dengan mudah … berbeda dengan uang yang diperoleh dengan susah payah tentunya dikeluarkan juga penuh dengan kecermatan … dan hasil kecermatan tersebut merupakan kebahagiaan
Ini hanya pendapat… semua orang boleh berpendapat … sekali lagi mohon maaf bagi pendapat-pendapat lain yang berbeda …..
Beberapa tahun yang lalu saat saya naik mikrolet melewati jalan banjir … saya melihat ada beberapa orang berjoget ria di rumah petak/rumah kardus di tepi jalan yang sedang banjir … mereka begitu bahagia ditengah suasana kekurangan dan kebanjiran… kegembiraan tersebut tentu nya tidak akan sama dengan orang yang kemampuan ekonominya lebih tinggi misal tinggal di rumah mewah…
Itulah nuansa kehidupan yang bila kita amati mempunyai hikmah yang berbeda… dimana setiap orang tentunya merasakan kebahagiaan dengan cara yang berbeda … dan saya teringat akan beberapa ayat dalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa hanya manusia yang berakal dan berpikir yang dapat memahami kehidupan….
Pada kolom Hikmah di harian Republika banyak ditulis mengenai makna kebahagiaan dan tentunya kita semua ingin merasakan kebagiaan baik kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat


ariono says:
Dear Bu Dewi, i am please to read this article. What an inspiring story!
As a human being, sometimes we forget that happiness is not only reached by wealthy or luxurious indicators, such as money, cars, houses, etc.
This kind of article could remind us to appreciate what we have and what we get.
May Allah always be with you and your family.
June 28th, 2007 at 10:41 pm
erwin arianto says:
Benar bu kebahagiaan datang dari hati.. bukan karena memiliki harta yang banyak… banyak pemulung yang bahagia.. banyak pejabat yang sengsasara…
wbsitenya bagus bu, kapan-kapan mampir ke blog saya ya di http://erwinarianto.blogspot.com mungkin ibu akan tertarik… salam kenal erwin arianto
July 26th, 2007 at 3:35 am