“MANUSIAWI”
Lama sekali aku tidak mengisi pelabuhan hati ini.. karena memang sejak 18 Januari 2007 sampai dengan hari Rabu 12 September 2007.. aku tidak mengenal diriku karena rasa tanggung jawabku kepada perusahaan tempat aku bekerja.
18 Januari 2007 aku menjadi pelaksana tugas sekper merangkap humas dan banyak sekali pekerjaan yang harus kupelajari dan kuselesaikan.. untung aku berpartner dengan Mbak Rohati yang luar biasa gigih dalam bekerja dalam bidang Sekretariat Prasarana dan Kearsipan, sementara Pa Kuncoro pun telah mendalami bidang hukum.. kami sperti tiga sekawan mengerjakan tugas-tugas yang harus diselesaikan… Peraturan yang belum ada aku mencoba benchmark kepada sekper perusahaan lain, begitupun mekanisme pekerjaaan prasarana agar efektif dan effisien aku dan Mbak Rohati belajar banyak dari teman2ku kepala divisi umum di BUMN maupun swasta… tugas tambahan muncul yaitu Prasarana yang semula dilaksanakan oleh 2 (dua) Divisi Supervisi kini masuk sekper… sehingga aku, Mbak Rohati dan Pa Ma’mun harus mengurus prasarana Kantor-kantor Cabang seluruh Indonesia yang kecil2 dan jumlah yang amat banyak dan Tim SOP Belanja Biaya membuat suatu SOP yang memberikan wewenang Kepala Kantor Cabang untuk mengurus belanja biaya .. . suatu kemajuan yang dibuat agar Kantor Cabang dapat otonomi…alhamdulillah sedikit demi sedikit pekerjaaan prasarana yang semula menggunung agak terurai satu demi satu.. alhamdulillah walaupun mungkin belum sempurna dan masih perlu diperbaiki lagi.
Dalam mengurai benang kusut tersebut setiap malam aku pulang jam 7.30 dan masih kukerjakan di rumah sehingga anak-anak protes bahwa aku seperti robot tidak ceria seperti dulu… kukatakan pada mereka ini adalah konsekuensi dari sebuah tanggung, demikian pula Saudara-saudaraku menganggap bahwa aku sekarang kurang care terhadap mereka… teman-teman wartawan yang biasanya kubantu memberikan data yang mereka mintapun, pelayanan kepada merekapun tidak prima lagi…teman2 sekelas program S3 selalu telepon memberikan semangat agar aku jangan sampai gagal mengikuti kuliah… tetapi jujur saja aku tidak sangggup lagi untuk kuliah selain masalah waktu yang sulit juga kapasitasku sehingga aku hanya ikut 1 mata kuliah dan kehilangan 4 mata kuliah, juga proposal disertasiku salah… ya inilah sekali lagi konsekwensi terhadap sebuah tanggung jawab.
Seperti biasa my bossselalu minta cepat-cepat.. dan yang di minta hanya itu2 saja yang diingatnya.. sementara karena yang kami kerjakan amat banyak permintaan itu agak terlambat antara lain juga disebabkan oleh pihak ketiga yang agak lambat walaupun memang sudah kami kejar-kejar… My boss tidak pernah memberi motivasi/pengarahan/support kata-kata yang keluar dari bibirnya hanya terbatas yaitu lelet, lambat dinyatakan dengan ekspresi muka dinginnya…..Beliau memang selalu merasa tidak puas kepada seluruh stafnya yang ada hanya marah dan marah.. seolah-olah kami tidak pernah bekerja…Pressure yang kurasakan kadang-kadang membuatku selalu berdoa “Ya Allah tunjukkan aku jalan yang terbaik”
Allah memberikan jalan yang terbaik untukku … 12 September 2007 aku mengakhiri tugas sebagai pelaksana tugas sekper dan kembali ke tugas seperti semula…
Secara manusiawi ada rasa pedih karena mengapa setelah 8 bulan jadi pelaksana tugas dan setelah kami tata menuju rapih.. my boss tanpa ekspresi langsung mengakhiri tugasku.. dengan mendadak padahal menurut surat kabar keberadaan my boss di kantor hanya menunggu hari ?
Cara seperti itu sungguh kurang terpuji.. hal ini kutulis bukan karena aku ingin jabatan itu… jabatan hanyalah amanah .. tetapi langkah tersebut justru memperlihatkan alangkah lambatnya my boss menunjuk seseorang yang dianggap pantas.. setelah 8 bulan diminta untuk menyelesaikan pekerjaaan di hutan rimba dengan tanggung jawab yang rangkap tetap dianggap tidak pantas…dalam peraturan pelaksana tugas biasanya dibatasi maksimum hanya 3 bulan ..sehingga kesan mengganti setelah 8 bulan dapat mengakibatkan kerugian bagi orang lain bahkan menumbuhkan persepsi orang yang berbeda mungkin orang akan menganggap si pelaksana tugas mempunyai kesalahan sehingga di copot ? apakah terpikirkan akibat tsb ? mungkin suatu saat hal tersebut menimpa diri dan keluarganya … Wallahu alam .. Allah Maha Mengetahui, sebesar molekul atompun akan Allah ketahui ..
Bagiku Allah telah memberikan jalan yang terbaik… sebulan sebelum peristiwa pencopotan, aku memperoleh karunia yang amat besar yaitu karena rekomendasi temanku yang mengenalkan ku kepada Bp Yusherman .. aku diminta untuk menjadi dosen pilot dan pramugari Garuda setiap Sabtu Siang di Cengkareng ..sekaligus didaftarkan menjadi dosen kopertis …serta dosenku di UNJ menawarkan mengajar di tempat lain…karunia lainnya yaitu Anakku kedua lulus SPMB diterima di Universitas Gajah Muda suatu karunia yang amat luar biasa karena bila aku pikir secara logika anakku tdk akan mungkin diterima di UGM , sesuatu hal yang impossible yang tidak mungkin terjadi, tetapi terjadi …itulah “Kun Fayakun”..
Allah Maha Besar , kedua anakku lulus SPMB, M. Irfan Handeputra anakku nomor satu kuliah di Universitas Indonesia dan M. Iqbal anakku nomor dua kuliah di Universitas Gajah Mada sehingga aku tidak mengeluarkan banyak biaya untuk kuliah anak-anakku…..Alhamdulillah uang gaji/uang yang kami terima berkah … yaitu bahwa penerimaan sebanding pengeluaran….bahkan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain..
Allah telah menunjukkan jalan terbaikku, setelah pencopotan dari jabatan, kini aku akan kembali ke kampus S3 ku…teman-teman semua gembira menyambut kehadiranku… aku bertekad akan mengejar ketinggalan selama aku menjalani jabatan amanah itu… Promotor Pembimbing Disertasiku Prof Made dan Dr Pascalis … oleh karena Pa Pascalis meninggal dunia aku menggantinya dengan Prof Imam . hari Sabtu Kemarin 15 September2007 saat menghadap, Prof Imam beliau langsung menyambutku dengan baik dan memberikan motivasi agar aku segera memperbaiki proposal disertasiku yang salah model, beliau ingin aku cepat menyelesaikan disertasi.. sementara aku harus mengejar 4 mata kuliah lain yang tertinggal di Semester 2 bulan Januari – Juli yang lalu… Aku bahagia karena Prof Imam adalah salah satu dosen yang dianggap killer ternyata begitu baiknya…
Saat aku menyetir mobil di jalan tol setelah mengajar di Cengkareng …aku berpikir akan kebesaran Allah… terbayang gambaran kondisi yang ada .. ujian-ujian yang kualami .. diawali kepedihan dan diakhiri kebahagiaan… Allah Maha Mengetahui ..dan akan memberikan yang terbaik pada hambaNya apabila selalu bertawakal dan selalu mensyukuri nikmatnya… motto hidup yang kuajarkan kepada 182 muridku kaum dhuafa yaitu 3 S …Sabar…Syukur dan Senyum ..telah bermanfaat pula bagiku… yaitu ber Sabar terhadap seluruh ujian dari Allah dengan selalu ber Syukur terhadap seluruh nikmat dari Allah ..dan Senyum menghadapi kehidupan di dunia ini….


femi says:
mbak dewi, yang ngitung karma baik itu bukan si boss kok, tapi Yang Diatas.
jadi, terus semangat ya.
September 30th, 2007 at 10:49 pm
ginanjar says:
Bu Dewi, saya yakin … apa yang dijalankan Ibu saat ini adalah yang terbaik yang diberikan oleh-NYA .. so keep 3S , Sabar…Syukur dan Senyum
October 3rd, 2007 at 11:09 pm
dewi poedjiastuti says:
Mbak Femi dan Mas Erwin,
Terima kasih telah mengunjungi blog saya dan terima kasih atas supportnya…hanya Allah yang akan membalasnya.
Alhamdulillah setelah tiga minggu berlalu..saya back to basic.. ceria kembali…
Saya begitu amat terharu karena banyak teman-teman saya di kantor maupun lingkungan yang memberikan dukungan positif.. ternyata banyak yang menyayangi dengan setulus hati..
Mari kita berdoa semoga hari-hari kita dalam lindunganNya.
salam,
dewi
October 4th, 2007 at 2:30 pm