“BACKPACKER ALA HUMAS JASINDO”


Posted in HARAPANKU by Dewi

Hari Rabu 20 September 2009 saya ditelepon oleh teman saya Jeffry wartawan dari Harian Jurnal Indonesia mantan wartawan Investor Daily untuk minta waktu agar temannya bisa mewawancarai … saya pikir teman Jeffry seperti biasa akan wawancara masalah asuransi oleh karena itu saya jawab tolong buat pertanyaannya agar saya bisa prepare menjawab pertanyaan…

Tussie Ayu Riekasapti teman Jeffry kemudian menelepon mengatakan pertanyaannya sangat simple dan pasti saya akan mudah menjawabnya..oleh karena itu saya janjikan agar hari Jum’at dapat datang ke Kantor untuk wawancara…
Hari Jum’at 28 September 2007 Tussie datang bersama wartawan foto dan terjadilah tanya jawab ringan seputar karier dan hobbie saya serta meminta cv saya… seperti biasa saya amat care dengan wartawan karena wartawan bagi saya adalah sang mediator… wartawan dapat menginformasikan industri asuransi melalui media… teman-teman wartawan sangat dekat hubungannya dengan saya karena memang saya selalu meresume laporan Direktorat Lembaga Keungan (sekarang Biro Asuransi Departemen Keuangan) agar teman wartawan punya data industri asuransi sehingga mereka dengan mudah mencari nara sumber dan industri asuransi akan ditulis oleh mereka dengan tepat dan benar… Sebagai senior yang telah bekerja selama 28 tahun di industri asuransi.. teman-teman wartawan yang baru ditempatkan di desk asuransi selalu mendapat referensi dari wartawan seniornya agar mencari saya untuk diskusi asuransi… alhamdulillah selain bisa beramal ilmu pengetahuan ..industri asuransipun akan dapat disosialisasikan dengan baik…

Hari Selasa 2 Oktober , seorang teman menelepon saya menginformasikan bahwa ada foto saya besar sekali di harian Jurnal Nasional serta artikel backpacker ala humas Jasindo.. dan setelah saya baca ..woow saya amat surprise ternyata foto dan artikel tersebut besar sekali lebih dari setengah halaman …
Di rumah saya search dengan google mencari “dewi poedjiastuti” ternyata di Jurnal Nasional salah satu artikelnya adalah backpacker ala humas Jasindo… woow saya tambah surprise lagi… Saya hanya dapat menyampaikan rasa terima kasih yang amat sangat kepada Mas Jeffry, Mbak Tussie dan teman-teman dari Harian Jurnal Nasional yang telah menulis dan menayangkan artikel tersebut.. terima kasih dan terima kasih… inilah copy dari artikel tersebut.

Backpacker ala Humas Jasindo Jakarta | Selasa, 02 Okt 2007

Dewi Poedjiastuti telah 28 tahun malang melintang di Asuransi Jasindo. Beberapa posisi di BUMN Asuransi ini telah disinggahinya, seperti Kepala Bagian Pengerahan Dana, Sekretaris Perusahaan, dan kini dipercaya menjadi Kepala Biro Humas. Di balik kesehariannya mengurus para wartawan yang membutuhkan informasi tentang Jasindo, ia ternyata memiliki hobi unik. “Saya senang sekali jalan-jalan,” katanya ketika ditemui Jurnal Nasional di kantornya, Jumat (28/9).

Namun jangan sangka ia menjelajah berbagai pelosok dunia dengan biaya tinggi. Ia kerap melakukan perjalanan berdana rendah layaknya backpacker. Menurut ibu dua putera ini, kita bisa mengambil banyak pelajaran dari melihat-lihat negara lain yang berbeda budaya dengan Indonesia. Bahkan, pengalaman relijius pun acapkali ia dapatkan dalam lawatan-lawatannya ke negara yang berbeda keyakinan dengannya. Berikut petikan wawancara Tussie Ayu Riekasapti dengannya. Dari semua bagian yang pernah dipercayakan pada Anda di Asuransi Jasindo, bagian mana yang paling berkesan? Semuanya berkesan. Setiap saya ditempatkan di suatu bagian, saya juga mempelajari bidang itu secara formal. Sehingga saya menguasai secara teori dan praktik. Itu prinsip saya.

Apa suka duka menjadi Kepala Biro Humas Jasindo?

Sukanya adalah bertemu dengan wartawan-wartawan, wartawan itu bagi saya adalah partner. Tujuan utama saya adalah menyosialisasikan industri asuransi, sehingga saya punya visi, “Ingat Asuransi, Ingat Jasindo”. Dulu pertama-tama ditugaskan di bagian Humas, saya memang pernah mengalami kesulitan. Terutama untuk mengatasi orang-orang yang menyerbu saya dan mengaku wartawan. Tapi sekarang masalah itu sudah tidak ada lagi. Saya mengatakan pada mereka, boleh meliput acara ini, asalkan menunjukkan bukti bahwa berita ini memang dimuat. Tapi ternyata tidak dimuat, karena mereka memang tidak punya media. Akhirnya mereka tidak pernah datang lagi.

Untuk menghilangkan kepenatan pekerjaan, apa yang biasa Anda lakukan?

Saya hobi membaca, browsing internet, sekolah, kenalan dengan banyak orang dan jalan-jalan ala backpacker. Saya sudah berkeliling Indonesia dan hampir lima benua. Saya sudah ke empat benua, hanya benua Amerika yang belum pernah. Mana yang paling berkesan? Kota Kinabalu. Saya tidak menyangka ada tempat yang begitu indah di sana. Kota Kinabalu itu di Kalimantan Utara. Dari Jakarta saya ke Pontianak. Dari Pontianak saya naik bus ke Kuching, dari Kuching saya naik bus ke Miri. Lalu dari Miri ke Brunei Darussalam. Dari Brunei saya naik kapal ferry ke Labuan, dari Labuan baru sampai ke Kota Kinabalu. Nah, di Kota Kinabalu saya melihat alam yang sangat indah. Memang saya tidak sampai naik ke puncak gunungnya, karena sudah tua dan tidak menyiapkan peralatan untuk mendaki gunung. Tadinya tujuan awal saya ingin ke Brunei dengan perjalanan ala backpacker. Tapi ternyata yang awalnya saya bayangkan bagus, tidak sebagus bayangan saya. Saya tidak menyangka bahwa Kota Kinabalu yang tadinya tidak saya perhitungnya, ternyata indah sekali.

Ada tips khusus sebelum memulai perjalanan?

Kita harus mencari informasi dulu sebelum memulai perjalanan, walaupun kita ikut tour, harus mencari informasi dulu. Waktu saya ke Eropa, saya bukan jalan-jalan backpacker, saya ikut tur. Kalau anggota tour yang lain belanja, saya jalan-jalan sendiri. Saya ini suka jalan-jalan, tapi tidak suka belanja di luar negeri. Kalau mau belanja sih di Indonesia saja. Selain itu, jangan membawa baju yang cepat kusut. Bawa baju secukupnya saja, tapi jangan dari bahan yang cepat kusut.

Apa yang Anda pelajari dari perjalanan?

Orang luar negeri yang saya temui sangat menghargai alam. Saya pernah ke Sydney, Australia. Ketika itu, saya naik taksi ke pinggiran kota. Saya melihat ada pohon yang indah, daunnya berwarna merah. Saya petik satu saja daunnya. Lalu supir taksi itu menegur saya karena saya memetik daun itu. Menurutnya, mengambil sehelai daun saja tidak boleh. Mereka benar-benar menjaga kelestarian alam.

Mengapa Anda sering memilih perjalanan ala backpacker?

Saya senang petualangannya. Semakin sering tersesat, saya semakin suka. Ketika di Thailand dan China, jarang sekali ada orang yang bisa berbahasa Inggris. Saka berkomunikasi dengan mereka melalui gambar. Ketika saya mencari stasiun kereta, saya menggambar kereta, baru mereka mengerti yang saya maksud. Selain itu, yah tentu karena biayanya murah. Apa yang Anda cari dari perjalanan ini? Waktu saya naik haji beberapa tahun lalu, dari atas bukit saya melihat cahaya yang indah-indah sekali warnanya. Waktu itu saya berdoa, ya Allah, indah sekali. Tolong izinkan saya untuk melihat keindahan bumi-Mu. Jadi ya sebenarnya tujuan saya untuk melihat kebesaran Tuhan.

Selanjutnya, ke mana lagi tujuan Anda?

Setelah pensiun dari Jasindo, saya berencana mengajar. Saya sekarang sedang ambil program S3. Saya ingin menjadi dosen. Karena itu, sejak saat ini saya sudah membekali diri dengan sekolah. Sebenarnya saya sekarang juga sudah mengajar. Saya mengajar untuk pilot dan pramugari Garuda Indonesia. Saya mengajar bidang pasar uang dan pasar modal.
Tussie Ayu Riekasapti
 

You can leave a comment, or trackback from your own site. RSS 2.0

4 comments

  1. Men's Obsession says:

    sukses slalu untuk Ibu Dwi & Jasindo,

    salam

    Men’s Obsession

    April 28th, 2009 at 10:28 am

  2. dewi pm says:

    Mas men’s Obsession

    Terima kasih sudah berkunjung ke web saya …

    Terima kasih atas doa dan atensinya

    Semoga andapun sekses selalu.

    Thanks yaa

    salam,
    dewi

    April 30th, 2009 at 10:31 am

  3. Didit says:

    Salam hormat buat ibu Dewi, ternyata kita punya hobby yang sama … backpacker. Cuma pengalaman saya masih jauh dari ibu, paling banter cuma dari Banda Aceh-Lhokseumawe-Medan-Siantar-Medan-Batam-Singapore-Genting-Malaysia-Jakarta. Nah Tahun depan InsyaAllah saya mau ke Shenzen-Hongkong-Beijing. Apakah boleh bu kapan-kapan saya mampir ke ruangan ibu untuk tanya2 ttg backpacker di china tentunya yang denger2 penduduknya jarang bisa bahasa inggris (sama ama saya hahahha) ? Terima Kasih

    October 16th, 2009 at 2:42 am

  4. dewi says:

    Mas Didit yang baik terima kasih sdh berkunjung ke web saya…kalau mau mampir sore2 ke ruangan saya welcome… nanti akan saya ceritakan pengalaman backpack ke shenzen dan hongkong…untuk beijing belum saya coba karena selama 3 tahun ini saya empat kasli mutasi ke tempat yang baru menyebabkan saya harus banyak belajar dan konsolidasi dg tugas tugas baru sehingga tidak bisa cuti…mudah2an kalau sdh bisa cuti saya bisa backpack lagi..rasanya sudah rindu menggedong ransel..

    salam
    dewi

    November 9th, 2009 at 10:17 am

Leave a comment


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :
Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services