“MALU”
Dalam perjalanan pulang di malam hari dari acara 7 hari wafatnya Pa Toni, aku mendengar ceramah dari radio bahwa Allah hanya akan dekat dengan “orang2 yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan”… Hatiku merasa malu mendengarnya aku belum berbuat kebaikan karena teringat akan diskusi dengan seorang sahabat lama yang kini telah menjadi biss (istilah boss untuk wanita)… aku memang sejak semula kagum atas kepandaiannya dan memang sudah pantas menjadi biss.
Biss mengatakan padaku bahwa telah melihat diaryku di blog, beliau sependapat dengan tulisanku tetapi langkah menulis uneg-uneg di blog adalah tidak bijaksana mengingat akan banyak orang yang membacanya dan belum tentu orang yang membaca sependapat dengan tulisan itu, terlebih apabila seseorang merasa tersinggung kemudian mengambil jalur hukum justru akan membahayakan si penulis.
Aku termenung mendengar penuturannya yang halus, dan baru terpikir olehku bahwa mungkin aku berbuat salah telah menulis di blogku sesuatu yang mungkin menyinggung orang lain… saat itu beliau menyatakan kenapa tidak bercerita kepadanya atas perasaan hatiku… kukatakan bahwa aku pada saat itu tidak mau mengungkapkan perasaan hati kepada siapapun …karena efeknya kurang baik bagiku… sehingga semua kupendam sendiri dan apa yang ada di benakku kusalurkan melalui tulisan di blog… tetapi aku kurang menyadari bahwa menulis di blog akan dibaca oleh banyak orang dan pepatah “memercik air di dulang terpecik muka sendiri” pasti akan terjadi…
Saat itu rasa malu menerpaku… mengapa aku telah melakukan suatu kelalaian? Kemudian beliau menyatakan bahwa di semua perusahaan banyak kondisi politis sehingga keadaan “menzhalimi” adalah sesuatu yang banyak terjadi … ternyata beliaupun salah seorang korban di zhalimi, namun biss berani mengungkapkan perasaannya… mengapa aku tidak berbuat demikian ?
Kata-kata yang diucapkan sang biss sangat mengena di hati ini… membuatku sangat malu karena aku belum bisa berlaku bijaksana… aku merasa biss adalah sahabat terbaik… karena seorang sahabat akan selalu mengoreksi sahabatnya… Dalam Surat Wal Asri sangat jelas Sesungguhnya manusia akan merugi kecuali orang-orang yang saling berwasiat tentang kebenaran dan saling berwasiat tentang kesabaran.
Aku teringat diary maia terhadap Achmad Dhany suaminya di Blog Maia Maia , begitu terbukanya sehingga aku memahami isi hati Maia yang terluka… tapi tentunya tidak semua orang berpikiran yang sama dengan Maia maupun aku, tetapi semua orang bisa membaca isi hatinya…. Sesuatu yang harus dikoreksi begitupun dengan blogku.
Sambil menyetir mobil aku berpikir blogku harus segera kuedit…. dan karena memerlukan waktu dan aku hanya dapat melakukannya hanya hari sabtu dan minggu , sementara Sabtu dan Minggu ini harus di Cisarua, maka edit hanya bisa kulakukan di hari Sabtu awal bulan Maret…
Terima kasih sahabatku … Engkau sangat beruntung karena telah dapat mengamalkan surat Wal Asri yaitu berwasiat tentang kebenaran… Aku berdoa semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT dan Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik untukmu… doakan agar aku dapat mengikuti langkahmu… amin…

