Archive for March, 2008

March 23rd, 2008

“PERJUANGAN HAMIL & MELAHIRKAN”

Posted in HARAPANKU by Dewi

Awal Pebruari Mas Syahruddin dari Republika telepon…. Seperti biasa sebagai sahabat menanyakan kabar masing-masing, dan terakhir Mas Sya ingin mewawancara… kukatakan mohon maaf karena tugas aku yang baru sudah tidak boleh lagi wawancara atas nama perusahaan.. wawancara harus kepada Ka Humas… namun Mas Sya menyatakan “masa ga boleh sih mbak wawancara untuk kisah rubrik kesehatan …kan tidak ada hubungannya dengan kantor “… mendengar bahwa sifatnya pribadi bukan kantor aku bersedia di wawancara melalui telepon.

Hari selasa pagi 18 Maret 08, saat menyetir mobil mbak Indi kirim sms mengabarkan ada fotoku cukup besar di republika.. aku telepon balik bahwa aku belum baca Republika karena ndilalah pagi2 saat cuci mobil Asmi tidak sengaja menyiram Koran pagi yang baru datang ..dan Koran tidak bisa dibaca karena sedang dijemur..

Sampai kantor kucari Mas Dul untuk cari Republika …tidak ada sudah habis…. Di Lobby pun Koran sedang dipinjam tapi aku pesan Mbak Dede kalau sudah ada tolong diinfokan…dan akhirnya berakhirlah penantian, sore aku baru bisa melihat foto dan membaca artikel republika… saat aku akan telepon mas Sya mengucapkan terima kasih…mas Sya sudah telepon lebih dulu menanyakan apakah aku sudah baca kisah di rubrik kesehatan ? ….rupanya telepati kami nyambung hehe… dan inilah artikel karya Mas Sya, sumber dari republika online….

“Perjuangannya Saat Hamil”

Bagi pasangan suami-isteri, kehadiran buah hati dalam rumah tangga sangat diharapkan. Namun, tidak semua pasangan beruntung bisa mendapatkannya karena berbagai kekurangan dan hambatan. Dewi Poedjiastuti, kepala Biro Manajemen Mutu Pelayanan PT Asuransi Jasindo Tbk (persero), juga mengalaminya. Sejak menikah pada 1983, Dewi bersama suaminya, M Mushanif, memprogramkan untuk mendapatkan anak. Keduanya sepakat untuk berkonsultasi dengan dokter dan mencoba jalan alternatif agar si buah hati bisa segera hadir dalam rumah tangga. ‘’Saya bersama suami melakukan konsultasi dan pemeriksaan kepada tiga orang, yaitu dokter, paranormal, dan tukang pijat (bidan kampung),'’ jelas wanita kelahiran Klaten, 18 Juli 1960 ini kepada Republika.
Dari ketiga orang tersebut, kata Dewi, diperoleh penyebab ketidakhamilannya. ‘’Dari dokter, paranormal, maupun tukang pijat itu, semuanya menyatakan bahwa rahim saya terlalu dalam, sehingga susah untuk hamil. Selain itu, kata mereka, di dalam rahim saya ada penghalang tapi bukan kista, miom, atau endrometriosis,'’ tuturnya.
Ketiganya memberikan saran yang semuanya diikuti. Dokter menyarankan agar rahimnya ditiup dengan menggunakan alat untuk menghilangkan sumbatan di dalam rahim. Paranormal menyarankan untuk mengonsumsi ramuan herbal, dan tukang pijat sesuai dengan perannya melakukan pemijatan.

‘’Demi hadirnya seorang anak dalam rumah tangga, ketiga saran itu saya ikuti, meskipun hanya sekali,'’ papar mantan Kepala Biro Humas Asuransi Jasindo ini. Setahun setelah mengikuti saran dari ketiga orang tersebut, Dewi hamil. ‘’Awalnya belum tahu kalau hamil. Saya pikir ketika itu saya muntah-muntah biasa. Ternyata begitu saya bawa ke dokter, saya dinyatakan positif hamil. Tentu saja saya sangat senang,'’ ujarnya. Karena dalam posisi sungsang, anak pertama yang diberi nama Muhammad Irfan Handi Putra ini lahir dengan cesar.

Dua tahun kemudian lahir anak keduanya, Muhammad Iqbal Handewa Putra, melalui operasi cesar juga. Dibandingkan dengan Irfan, proses kelahiran Iqbal justru lebih ribet. Kenapa? ‘’Ternyata saya mengalami preeclamsia (keracunan kehamilan - Red),'’ ujarnya. ‘’Beruntung, dokter yang menangani saya ketika itu, dr Willy, cepat bertindak dan segera merujuk saya ke rumah sakit Bunda. Kalau tidak, tentu hasilnya akan lain,'’ jelas Dewi.

Seperti diketahui, keracunan kehamilan merupakan penyebab kematian ibu hamil, dan hingga kini belum diketahui penyebabnya. Ada pandangan yang menyebutkan, penyebab preeclampsia adalah imunologi. Gejalanya, saat melahirkan tekanan darah meninggi dengan cepat. ‘’Ketika itu dr Willy mengira alat tensi darahnya berjalan tidak normal karena saat diperiksa tekanan darah ada pada posisi 162/112. Beliau bilang agar saya segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara lebih baik,'’ jelasnya.

Tak lama setelah masuk ruang perawatan, tensi darahnya ada pada 172/112. ‘’Beruntung dokter-dokternya cepat bertindak, sehingga kondisi saya bisa diselamatkan,'’ paparnya. Karena itu, Dewi menyarankan agar dokter berani mengambil tindak cepat jika mengetahui adanya kelainan yang tidak mampu ditangani sendiri. ‘’Dan, kepada ibu-ibu yang sedang hamil, hendaknya rajin dan rutin memeriksakan kesehatan dan kehamilannya sehingga jika ada sesuatu yang aneh bisa ditangani segera,'’ paparnya. Sya

Terima kasih Mas Sya…artikelnya menarik dan memang betul-betul kisah nyata karena setelah 4 tahun menikah kami berusaha berobat ke Medis dan Non Medis dalam rangka mendapatkan momongan… dan alhamdulillah kini Irfan semester 6 UI desember lalu usianya 20 tahun tingginya sudah 178 cm dan Iqbal semester 2 UGM Agustus yad usianya 19 tahun tingginya 184 cm….

000019.JPG
DSC00318.JPG

March 21st, 2008

“BACKPACKER’S WAY”

Posted in HARAPANKU by Dewi

Note : Mas Anthony saya mohon izin untuk mempublish tulisan anda, karena artikel yang anda tulis sangat menarik dan menggambarkan awal proses menjadi seorang backpacker seperti yang pernah saya alami… mohon maaf apabila paragraph terakhir saya delete karena paragraph terakhir adalah tulisan curahan hati anda …..tk

Tulisan Anthony Bachtiar
http://loneknight.multiply.com/journal/item/51

BEPERGIAN SECARA BACKPACKER ADALAH PILIHAN CARA BEPERGIAN, BUKAN PERTIMBANGAN EKONOMIS SEMATA. BANYAK ROMANTISME PERJALANAN YANG INDAH DAN PENUH KENANGAN YANG TIDAK DAPAT DIPEROLEH PADA PERJALANAN TOUR BIASA.
Jadi kalau semula aku mengira bahwa mereka yang bepergian secara backpacker adalah semata hanya untuk mengirit biaya perjalanan ternyata perkiraanku adalah salah besar, karena dibalik perjalanan yang murah, tidak terlalu diatur ketat dan bebas tersebut tersembunyi kenangan, romatisme perjalanan dan petualangan yang tidak mungkin diperoleh dengan cara bepergian dengan tour biasa yang semua serba teratur dan terjadwal lewat biro perjalanan umum.

BERMULA DARI SEBUAH UNDANGAN
Siang itu aku menerima telepon dari Dita seorang teman lama yang dulu pernah sama sama bekerja di Biro Hukum MHD menelepon dan mengundangku untuk ikut trip dengannya ke Macau selama 5 hari.
Menurut jadwal meeting dengan klienku dan advokasi yang harus kulakukan ternyata masih cukup banyak waktu yang dapat kupakai maka aku langsung setuju lagi pula aku belum pernah mengunjungi Macau dan mereka juga menawarkan suatu trip yang berbeda dari trip biasa yang sering kuikuti selain itu harga trip yang ditawarkan oleh Dita juga sangat murah, sehingga aku tidak yakin apakah dengan biaya murah seperti itu bisa tercover biaya bepergian selama 5 hari termasuk tiket pesawat, lokal tour dan makan selama perjalanan.

Backpacker’s way, begitulah menurut Dita yang aku sendiri tidak pernah tahu seperti apa bentuknya dan bagaimana caranya. Yang kudengar seorang backpacker lebih menikmati pemandangan alam dan objek objek wisata dengan berjalan kaki atau naik kendaraan umum ketimbang di antar- jemput pakai Coach Bus.
Meski tidak dapat membayangkan seperti apa perjalanan itu, tapi kupikir tidak ada salahnya kali ini mencoba cara tersebut barangkali dapat memberi pengalaman baru dan kesan tersendiri.

BERTEMU TEMAN TEMAN BARU
Selasa malam itu aku menerima undangan untuk bertemu dengan sesama peserta trip ini dalam suatu technical meeting.
Suatu pengalaman baru karena sebagian peserta adalah mereka yang rata rata berusia muda, energik dan penuh semangat berpetualang. Jauh sekali berbeda dengan trip trip yang selama ini sering ku ikuti sebelumnya dimana para pesertanya kebanyakan mereka yang sudah cukup mapan, berusia banyak dan rata rata hanyalah mengisi waktu pensiun mereka dengan berlibur.
Setidaknya aku merasa punya teman sebaya dalam perjalanan ini.

Penampilan para peserta pun cukup unik, banyak mereka yang tampil dengan kostum untuk outdoor dengan celana model cargo, membawa ransel day pack dipundaknya dan berbicara secara langsung blak blakan tanpa memikirkan apakah yang mendengar siap atau tidak. Tapi buatku meski awalnya kurang nyaman tapi akhirnya bisa menerima cara cara ini sungguh suatu kontradiksi dengan rekan rekan kerjaku di biro hukum yang lebih banyak berbicara secara diplomatis, berputar putar dan seringkali memakai topeng dan bersembunyi dibalik kata kata.

Akupun bertambah teman lagi, ada Maya yang menjadi tour leader group ini, lalu Ricardo yang berbadan gemuk dan besar tapi semangat berpetualangnya tinggi lalu ada Sisca yang mungil, ada Mira yang sangat tomboy dan ada juga Linda seorang teman baru yang mengkritik caraku berpakaian yang katanya terlalu formal untuk pertemuan semacam itu. Suatu kejutan lagi buatku karena selama ini tiada seorang pun di lingkungan kerja atau pergaulanku yang berani mengkritikku, hanya Linda satu satunya yang berani melakukan hal itu.

MEMBAWA RANSEL DAN MEMAKAI SEPATU TRACKING
Sebenarnya lebih mudah bagiku membeli koper cantik atau sepatu kulit yang mengkilap bila dibandingkan harus membeli ransel dan sepatu tracking. Dalam kebingungan itu akhirnya Linda menawarkan bantuannya untuk menunjukkan tempat tempat yang menjual perlengkapan tersebut. Sehingga akhirnya aku berkenalanlah dengan yang namanya ransel bermerek Karrimor atau Rucksack atau sandal dan sepatu gunung bermerek Ecco atau Mountain Wolf dan sebagainya.
Semua perlengkapan baru itulah yang kupakai dalam perjalanan ke Macau, aku yang biasanya disebut sebagai eksekutif di kantor kini jadi seorang outdoor person dengan penampilan yang baru.
Hampir sebagian peserta juga berpenampilan seperti diriku hanya bedanya mereka petualang outdoor sejati dan aku hanyalah seorang outdoor dadakan.

Perjalanan dini hari yang dimulai dari Jakarta hingga tiba di Macau berjalan lancar lalu disambung dengan Jetfoil menyeberang ke Hongkong, sepanjang jalan kusaksikan wajah antusias dan penuh semangat dan hal yang menarik perhatianku adalah setiap kali ada tempat yang tampak bagus sedikit langsung saja beberapa dari peserta langsung berfoto disana seakan tidak mau kehilangan kesempatan dan uniknya hampir semua peserta adalah camera face alias tidak boleh melihat ada orang berfoto langsung semua bergabung ikut dengan gaya masing masing. Maya sebagai tour leader berbisik kepadaku sambil minta maaf kalau semua teman temannya termasuk dirinya adalah para foto narcissist yang senang sekali kalau difoto.

Perjalanan model Backpacker yang semula kukira adalah hanya sebuah perjalanan ala kaki lima karena mengejar murah, setelah kualami sendiri ternyata adalah perjalanan yang banyak memberi makna persahabatan, persaudaraan dan kekompakan serta yang paling kurasakan adalah toleransi. Mereka mempunyai toleransi yang sangat tinggi dalam segala kondisi khususnya di saat saat mengalami kesulitan atau hambatan dalam perjalanan. Manusia dalam keadaan tertentu akan tampak aslinya, tabiatnya dan karakternya, dalam perjalanan ini meski tampak aslinya seorang pemarah atau temperamental tetapi karena toleransi yang tinggi setiap permasalahan dan perselisihan akan dengan mudah diselesaikan dengan cepat dan dengan cara yang simpatik. Mereka saling menjaga satu sama lain, demikian pula aku mendapat perhatian yang sangat baik dari Maya dan khususnya dari Linda yang selalu mendampingiku dan membuka mataku makna perjalanan ala backpacker dan menjadi seorang backpacker adalah selain mereka membawa BACKPACK mereka juga WATCH EACH OTHER BACK (saling melindungi satu sama lain).MERASAKAN DAN MENJADI BAGIAN DARI MEREKA

Dulu ketika aku bepergian sebagai turis dengan biro perjalanan resmi yang serba teratur, sering kulihat banyak turis turis yang berjalan membawa ransel besar dipunggung tampak gagah dan bersemangat. Aku cuma berbisik dengan nada sinis kepada teman sesama peserta tour. Apakah mereka kurang pekerjaan mau berlelah lelah membawa ransel besar, sesekali membaca peta dan bertanya tanya kiri kanan dengan bahasa yang kadangkala orang yang ditanya juga tidak mengerti apa yang ditanya sehingga keduanya tampak bingung karena perbedaan bahasa.Siang itu setibanya kami di Hongkong, kami tidak dijemput oleh tour bus tapi harus berjalan membawa ransel atau trolley bag kami masing masing mulai dari pelabuhan ferry hingga menuju stasiun MTR. Tidak ada yang melayani kami tapi masing masing membawa barang sendiri, memegang tiket MTR sendiri sendiri dan setelah itu mencari cari kereta yang menuju penginapan kami.Maya sebagai tour leader salah mendapat informasi tentang penginapan kami, yang seharusnya keluar di pintu D2 stasiun Mongkok ternyata Maya memilih pintu C4 dan membuat kami harus mencari cari dan berjalan sejauh 200 meter untuk mencapai penginapan. Aku dan Dita agak kecewa kepada Maya sebagai tour leader sampai bisa membuat kesalahan sehingga kami harus berjalan ekstra sejauh 200 meter membawa bawa ransel dan trolley berjalan dengan bingung bagai seorang turis yang sedang tersesat dan kehilangan arah. Linda yang selalu memperhatikan aku berbisik bahwa dalam perjalanan seperti ini segala hal diluar rencana itu bisa saja terjadi, kadang melelahkan atau kadang membuat tidak nyaman. Rata rata mereka mempunyai toleransi yang tinggi sehingga tiada seorangpun dari mereka yang komplain karena mereka mengerti bahwa semua hal itu bukanlah disengaja.

Mereka mengganggap setiap peristiwa yang terjadi baik menyenangkan atau mengesalkan adalah suatu pengalaman baru dan suatu petualangan yang mungkin tidak akan pernah terjadi pada perjalanan tour normal, tapi apakah hidup akan indah kalau dalam semua hal berjalan serba teratur dan mulus tanpa pernah mengalami hambatan atau kesultan .
Aku mulai merasakan dan melihat betapa indahnya kalau hidup itu ada perjuangan dan tiap kesulitan dapat diatasi dengan kebersamaan bukan dengan mencari kesalahan orang lain atau menyelesaikannya dengan komplain dan kemarahan.

MENGENAL KEHIDUPAN SUATU KOMUNITAS
Selama perjalanan meskipun Maya sebagai tour leader memperhatikan aku, namun dia juga sangat sibuk memperhatikan peserta lainnya.
Hanya Linda lah yang sering menjadi pendampingku karena dia tahu kalau aku adalah pendatang baru di komunitas itu dan pertama kali menjadi seorang backpacker.
Dari Linda dan teman temannya aku banyak belajar untuk bertoleransi, melihat suatu masalah bukan sebagai rintangan tapi sebagai ujian dan cobaan. Kalau Maya sebagai tour leader membuat kesalahan ternyata para anggotanya tidak menyalahkan bahkan mereka berusaha bagaimana mengantisipasi dan mencari solusi atas kesalahan tersebut.
Hari demi hari aku jadi terbiasa untuk menjalani cara hidup backpacker ini yang ternyata sunguh menarik dan tidak membosankan.
Aku tidak pernah membayangkan bisa mengikuti tour seperti ini dan terlibat didalamnya.

HAL HAL UNIK DALAM PERJALANAN
Pada hari ke 2 kami semua dijemput bus dan dilanjutkan dengan perjalanan memakai kereta listrik menuju Shenzhen. China.
Disini aku mengalami suatu pengalaman baru yang unik, karena ketika memasuki daratan China passport para peserta hanya di periksa saja dan tidak diberi cap peserta demi peserta.
Tapi cap tersebut diberikan pada semacam daftar peserta group yang terdiri atas nama nama kami semua dan untuk masukpun harus sesuai dengan nomor urut yang tertera disana.
Dengan demikian kami tidak bisa keluar masuk China sendirian tapi harus selalu dalam bentuk group, apabila satu peserta dalam daftar tidak ada maka kami semua tidak bisa masuk ke atau keluar dari China.

SEORANG TEMAN PERJALANAN
Hari hari pun berlalu mulai dari perjalanan ke Shenzhen hingga ke Guangzhou dan kembali lagi ke Macau, banyak hal baru yang kulihat dan kurasakan selama ini. Selama perjalanan aku lebih sering menghabiskan waktu dan berbagi cerita dengan Linda mulai dari menu makanan mana yang paling enak sampai membahas tour guide lokal yang dianggap menyebalkan oleh sebagian peserta karena tidak tahu apakah di kota propinsi sebesar Guangzhou tersedia Money Changer atau tidak serta dimana mesin ATM terdekat dengan objek wisata yang kami kunjungi.

Sekian lamanya kami bersama dalam perjalanan ini meski dengan peserta lain aku juga cukup akrab tapi aku lebih merasakan adanya sesuatu kedekatan yang terjadi antara aku dan Linda.
Setiap tempat yang kami kunjungi dan setiap objek wisata yang kami lihat pun tampaknya menjadi tempat bagi kami untuk berbagi canda dan tawa serta keceriaan.
Tiada waktu yang terasa hilang atau terbuang dalam perjalanan yang menyenangkan.

foto bersama siti zumaroh sahabatku “backpacker’s way”

100_0088.JPG
100_0035.JPG
100_0070.JPG
March 16th, 2008

“MENYAYANGI JENAZAH”

Posted in HARAPANKU by Dewi

Hari Kamis sore 13 Maret HP ku sangat sibuk menerima SMS dan panggilan..namun kubiarkan saja oleh karena sedang menyimak Pak Yerry menjelaskan how to be a lead auditor IRCA… di mobil ba’da magrib kutelepon balik ternyata informasi bahwa tetanggaku Mbak Budi meninggal mendadak di rumah Mbak Bunga yang kosong…sehingga rumah harus didobrak paksa dari luar…

Ba’da sholat Isya Rumah Bunga sudah dipenuhi dengan tetangga dan Bu RT ibu Wid menanyakan kenapa aku terlambat datang ..kujelaskan aku sedang workshop besok harus ujian dam workshop baru berakhir jam 18.30….saat aku berdoa untuk Mbak Budi entah mengapa aku agak takut karena saat kulihat jenazah mbak Budi dibalik kerudung yang menutupi wajah  kelihatannya seperti sedang menyeringai.. sehingga aku tidak berani membuka kerudung padahal biasanya setiap  aku melayat aku selalu  membuka kerudung yang meninggal untuk melihat wajah terakhir kalinya…

Setelah berdoa bersama-sama jam 09.30 malam Mbak Bunga, Mbak Tuti serta semua kakak-kakak Mbak Budi, Bu Wid dan ibu-ibu tetanggaku yang hadir meminta aku untuk  membuka baju jenazah yang masih menempel, tetangga-tetanggaku tahu kalau aku sudah pernah ikut kursus merawat dan memandikan jenazah dan mempunyai seprei sutra untuk jenazah yang sengaja aku buat untuk menghormati jenazah agar tempat bersemayam jenazah terlihat indah sehingga setiap ada yang meninggal di lingkunganku pasti mereka memanggil aku untuk mengurus tempat jenazah, sebelum memanggil Bunga Kamboja.

Saat itu aku agak bingung, jujur saja agak takut… teringat akan wajah yang menyeringai dibalik kerudung… namun karena semua keluarga dan tetangga memintaku dengan sangat dan sejak sore tidak ada yang mau menyentuh jenazah… aku berdoa Ya Allah tolonglah aku untuk mengurus jenazah Mbak Budi…

Dengan berdoa terus menerus… aku minta Ibu-ibu untuk untuk mengelilingiku dengan kain agar dalam membuka baju jenazah tidak terlihat oleh yang hadir…pelan-pelan aku membuka kerudung wajah jenazah, wajah yang  terlihat seperti orang kesakitan bukan menyeringai… lalu perlahan-lahan aku angkat kepalanya dan kuambil bantal dibawah kepalanya dan kuletakan kepala itu di kasur tanpa batal… dan setelah tanpa batal ternyata wajah Mbak Budi kini tidak lagi seperti kesakitan…keberanianku timbul karena ternyata jenazah akan tampak menyeringai apabila diberi bantal tinggi. Yaa karena leher yang menekuk … lalu secara perlahan-lahan dan penuh kasih sayang …kugunting baju dan celana dalam mbak Budi dan kelepaskan secara perlahan-lahan dari tubuhnya, dan setelah selesai posisi kurapihkan sehingga alhamdulillah kini jenazah terlihat seperti orang yang tertidur…

Aku memang selalu memperlakukan jenazah dengan hati-hati dan penuh kasih sayang…aku ingat pesan ibuku sebelum wafat…”perlakukanlah jenazah dengan hati-hati dan kasih sayang..karena jenazah akan merasa kesakitan apabila diperlakukan dengan kasar… dan cepatlah jenazah dimandikan dan dikafankan agar setiap yang melayat telah melihat jenazah dalam kondisi bersih sehingga dapat langsung sholat jenazah….jenazah jangan menunggu kedatangan yang hidup… cepatlah dimakamkan…karena jenazah ingin cepat dimakamkan.. sementara orang yang hidup, hanya bertemu dengan jenazah sesaat tidak akan ada artinya … sebab semua telah berakhir… dan yang hidup hanya akan dapat berdoa dipemakaman..

Pesan ibuku tetap melekat hingga sekarang…kubuat seprei sutra untuk jenazah agar tempat jenazah terlihat indah di terkahir kali kehidupannya…dan sprei tersebut  ternyata bermanfaat .dapat digunakan oleh siapa saja… dan biasanya setelah dipakai para ahli waris akan mencucinya dulu sebelum mengembalikannya kepadaku…sehingga dapat dipergunakan lagi apabila ada yang meninggal dunia…

Pengalaman rasa takut yang kudapat malam jum’at yang lalu ..ternyata sangat bermanfaat yaitu jangan memberikan bantal di kepala jenazah… karena lehernya akan  menekuk…dan akan kelihatan seperti menyeringai …apabila tanpa bantal, jenazah akan tampak seperti orang yang tertidur.. pengalaman ini kusampaikan kepada tetangga2ku saat senam Sabtu pagi di lapangan…yaitu jangan memberikan bantal, jenazah harus cepat dimandikan dan dikafankan dan letakkan dengan posisi kepala ada di utara agar setiap yang melayat dapat langsung sholat jenazah…. dan aku tidak akan takut lagi bila menjumpai pengalaman yang sama karena memang kita harus selalu menyayangi jenazah……

March 6th, 2008

‘’ Memulai hari dengan cerah”

Posted in HARAPANKU by Dewi

Hari yang cerah bukan ditandai dengan matahari yang bersinar terang atau udara yang sejuk, melainkan dari hati dan pikiran yang segar. Kecerahan suatu hari dimulai dari diri sendiri. Seperti diketahui  bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik merupakan separuh dari pencapaian tujuan.

Karena itu, memulai aktivitas hari dengan kecerahan suasana adalah modal besar untuk menyelesaikan hari dengan baik pula. Bagaimana memulai hari dengan cerah sangat dipengaruhi oleh pola hidup.

Berikut beberapa tips ringan agar kita bisa memulai hari dengan cerah:

 1.       Mulailah dari malam hari.
Jangan berharap bangun dengan segar jika di malam harinya tak cukup tidur nyenyak. Hari esok yang cerah dimulai dari malam ini. Bila masih mempunyai masalah, yakinlah masih ada waktu esok untuk menyelesaikannya lebih baik lagi. Malam ini, beristirahatlah sebaik-baiknya.

2.       Bangun pagi lebih pagi.
Bangunlah lebih pagi daripada terbitnya matahari. Jumpai keheningan dan kesunyian. Pagi buta adalah saat yang tepat untuk menemukan sisi damai dalam diri .

3.       Damaikan pikiran dan tentramkan jiwa
Jangan terburu melakukan aktivitas. Resapi saja suasana pagi yang damai ini. Berdoa,sampaikan syukur atas hidup yang masih diberikan dengan keteduhan.

4.       Segarkan tubuh.
Minum air. Hirup aroma teh atau kopi yang menyegarkan. Berjalan-jalanlah keluar. Pompa udara banyak-banyak ke dalam paru-paru. Lakukan olahraga ringan, Mandi dengan air segar. Bersihkan tubuh baik-baik. Tetaplah mengingat janji  tadi pagi untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi semesta hari ini.

5.       Dapatkan sarapan secukupnya.
Isi perut secukupnya. Sarapan yang baik adalah modal untuk kebugaran tubuh sepanjang hari. Jangan asal kenyang, namun cukupkan kebutuhan energi dan gizi.

6.       Sapalah orang-orang yang dijumpai.
Terbarkan senyum. Tak peduli apakah matahari bersinar cerah atau mendung menggayut, sapalah orang-orang yang dijumpai. Tanyakan kabarnya, maka jangan terkejut jika semua akan membalas dengan senyuman.

7.       Jangan mengeluh
Apa pun yang terjadi, entah itu hari hujan, jalanan macet, kereta datang terlambat, kendaraan mogok, atau apa pun yang terjadi, terimalah semua itu apa adanya.

8.       Berdoalah..
Dengan berdoa serahkan apa yang terjadi hari ini.. jadi  siap menerima apapun yang terjadi hari ini.
Jadikanlah hari ini yang cerah…untuk beraktifitas, kuliah, bekerja, berbisnis atau apapun kegiatan yang dilakukan

sumber : Doddi Gunawan

 Tags: motivasi, tips & trik

March 6th, 2008

“Killer Statement”

Posted in HARAPANKU by Dewi

From: resonansi_2002
Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain.

Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar  apabila dinyatakan setiap hari, atau barangkali tanpa sadar dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang disebut killer statement.

kita sadar akan bahaya dari killer statement dalam hubungan interpersonal. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya.

Ada beberapa tip penting. Pertama, hati-hati dengan killer statement yang mungkin diucapkan kepada anak, pasangan hidup, rekan kerja maupun bawahan. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang.

Karena itu, kalaupun sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang disaksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela.
Kedua, sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar, lebih baik siapkan anti virus bagi diri sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang diucapkan pada diri sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita. salah satu latihan yang penting adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang buruk

Contoh yang menarik di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi terkenal yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua memberikan nasihat, “Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil”. Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini. Sungguh suatu kata-kata motivasi yang luar biasa.

Katakanlah  hal yang sama kepada diri senidiri, saat menerima kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah  jangan sampai potensi dan kemampuan dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang-orang yang selalu menggunakan killer statement, karena merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak . Jangan biarkan mereka mencuri mimpi

Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin

Tags: karakter, tips & trik


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :
Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services