“MENYAYANGI JENAZAH”
Hari Kamis sore 13 Maret HP ku sangat sibuk menerima SMS dan panggilan..namun kubiarkan saja oleh karena sedang menyimak Pak Yerry menjelaskan how to be a lead auditor IRCA… di mobil ba’da magrib kutelepon balik ternyata informasi bahwa tetanggaku Mbak Budi meninggal mendadak di rumah Mbak Bunga yang kosong…sehingga rumah harus didobrak paksa dari luar…
Ba’da sholat Isya Rumah Bunga sudah dipenuhi dengan tetangga dan Bu RT ibu Wid menanyakan kenapa aku terlambat datang ..kujelaskan aku sedang workshop besok harus ujian dam workshop baru berakhir jam 18.30….saat aku berdoa untuk Mbak Budi entah mengapa aku agak takut karena saat kulihat jenazah mbak Budi dibalik kerudung yang menutupi wajah kelihatannya seperti sedang menyeringai.. sehingga aku tidak berani membuka kerudung padahal biasanya setiap aku melayat aku selalu membuka kerudung yang meninggal untuk melihat wajah terakhir kalinya…
Setelah berdoa bersama-sama jam 09.30 malam Mbak Bunga, Mbak Tuti serta semua kakak-kakak Mbak Budi, Bu Wid dan ibu-ibu tetanggaku yang hadir meminta aku untuk membuka baju jenazah yang masih menempel, tetangga-tetanggaku tahu kalau aku sudah pernah ikut kursus merawat dan memandikan jenazah dan mempunyai seprei sutra untuk jenazah yang sengaja aku buat untuk menghormati jenazah agar tempat bersemayam jenazah terlihat indah sehingga setiap ada yang meninggal di lingkunganku pasti mereka memanggil aku untuk mengurus tempat jenazah, sebelum memanggil Bunga Kamboja.
Saat itu aku agak bingung, jujur saja agak takut… teringat akan wajah yang menyeringai dibalik kerudung… namun karena semua keluarga dan tetangga memintaku dengan sangat dan sejak sore tidak ada yang mau menyentuh jenazah… aku berdoa Ya Allah tolonglah aku untuk mengurus jenazah Mbak Budi…
Dengan berdoa terus menerus… aku minta Ibu-ibu untuk untuk mengelilingiku dengan kain agar dalam membuka baju jenazah tidak terlihat oleh yang hadir…pelan-pelan aku membuka kerudung wajah jenazah, wajah yang terlihat seperti orang kesakitan bukan menyeringai… lalu perlahan-lahan aku angkat kepalanya dan kuambil bantal dibawah kepalanya dan kuletakan kepala itu di kasur tanpa batal… dan setelah tanpa batal ternyata wajah Mbak Budi kini tidak lagi seperti kesakitan…keberanianku timbul karena ternyata jenazah akan tampak menyeringai apabila diberi bantal tinggi. Yaa karena leher yang menekuk … lalu secara perlahan-lahan dan penuh kasih sayang …kugunting baju dan celana dalam mbak Budi dan kelepaskan secara perlahan-lahan dari tubuhnya, dan setelah selesai posisi kurapihkan sehingga alhamdulillah kini jenazah terlihat seperti orang yang tertidur…
Aku memang selalu memperlakukan jenazah dengan hati-hati dan penuh kasih sayang…aku ingat pesan ibuku sebelum wafat…”perlakukanlah jenazah dengan hati-hati dan kasih sayang..karena jenazah akan merasa kesakitan apabila diperlakukan dengan kasar… dan cepatlah jenazah dimandikan dan dikafankan agar setiap yang melayat telah melihat jenazah dalam kondisi bersih sehingga dapat langsung sholat jenazah….jenazah jangan menunggu kedatangan yang hidup… cepatlah dimakamkan…karena jenazah ingin cepat dimakamkan.. sementara orang yang hidup, hanya bertemu dengan jenazah sesaat tidak akan ada artinya … sebab semua telah berakhir… dan yang hidup hanya akan dapat berdoa dipemakaman..
Pesan ibuku tetap melekat hingga sekarang…kubuat seprei sutra untuk jenazah agar tempat jenazah terlihat indah di terkahir kali kehidupannya…dan sprei tersebut ternyata bermanfaat .dapat digunakan oleh siapa saja… dan biasanya setelah dipakai para ahli waris akan mencucinya dulu sebelum mengembalikannya kepadaku…sehingga dapat dipergunakan lagi apabila ada yang meninggal dunia…
Pengalaman rasa takut yang kudapat malam jum’at yang lalu ..ternyata sangat bermanfaat yaitu jangan memberikan bantal di kepala jenazah… karena lehernya akan menekuk…dan akan kelihatan seperti menyeringai …apabila tanpa bantal, jenazah akan tampak seperti orang yang tertidur.. pengalaman ini kusampaikan kepada tetangga2ku saat senam Sabtu pagi di lapangan…yaitu jangan memberikan bantal, jenazah harus cepat dimandikan dan dikafankan dan letakkan dengan posisi kepala ada di utara agar setiap yang melayat dapat langsung sholat jenazah…. dan aku tidak akan takut lagi bila menjumpai pengalaman yang sama karena memang kita harus selalu menyayangi jenazah……

