‘’PERSAHABATAN YANG TULUS'’
Allah Maha Pengasih dan Penyayang dan selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya yang mencintaiNya…kata-kata itu harus selalu kukumandangkan di setiap saat karena memang Allah selalu memberikan yang terbaik ….
Di bulan Mei 08 saat aku diminta Pa Arif menghadiri seminar di Ritz Carlton, aku bertemu dengan sahabat ‘senior’ lama yang aktif di KADIN dan menjabat sebagai Dirut BUMN, Beliau ternyata langsung mempersilahkan aku duduk disampingnya dan mengenalkanku kepada teman-temannya satu meja dan dengan rileks tiba-tiba meminta aku untuk bercerita tentang kegiatan di kantor , kegiatan kuliah dan kegiatan “Bekal Menuju Akhirat”… Oleh karena beliau adalah donatur kegiatan ‘Bekal menuju Akhirat’’ maka memenuhi permintaannya akupun bercerita untuk mengisi waktu luang karena ternyata pembukaan seminar di undur 1 jam.
Ceritaku disambut hangat dan kamipun berdikusi ramai Tanya jawab berlangsung seru khususnya mengenai kegiatan kuliah dan kegiatan program ”Bekal Menuju Akhirat’’ Beliau-beliau memberikan saran yang sangat bermanfaat dan sebelum acara dimulai beliau-beliau segera memberikan kartu namanya kepadaku seraya berkata “ Dewi ini alamat kantor dan nomor hp saya , apabila memerlukan bantuan untuk kegiatan program ‘’Bekal Menuju Akhirat” silahkan hp saya, nsyaAllah saya dapat membantu.. Menerima kartu nama tersebut aku menjadi kaget karena teman-teman satu meja adalah para Dirut perusahaan-perusahaan besar , perusahaan perminyakan, mantan direktur Bank BUMN terbesar yang kini masih aktif sebagai direktur di bidang Perbankan..
Dengan tersipu malu aku berkata” Mohon maaf Pa, saya ternyata satu meja dengan para Dirut sementara apalah saya ini” Beliau-beliau menjawab ”Dewi kamu tidak boleh berpikiran seperti itu, ..kita setara karena .kita adalah sama-sama makhluk Allah dan ternyata kita mempunyai gelombang yang sama …apabila tidak mempunyai gelombang yang sama ..kita tidak akan dapat berdialog dengan ramai..
Selesai acara seperti biasa aku selalu menemui Pa Rhenald untuk say hello ..dan alhamdulillah Pa Rhenald selalu ingat kepadaku dan pernah mengatakan bahwa aku adalah salah seorang saksi hidup saat beliau merintis karir mencari beasiswa S2 an S3 nya , dan selalu pula memotivasiku agar ‘changes’ namun selalu aku jawab insyaAllah kalau sudah pensiun.. maklum aku adalah teman lama saat beliau masih mahasiswa tingkat akhir di FEUI dan menjadi wartawan … aku hanya minta kepada beliau agar dikirim soft copy dan hard copy materi seminar…dan ternyata beliau segera memenuhi karena sekretarisnya langsung telepon dan mengirim by email dan by ekspedisi.
Pada saat lunch, aku diperkenalkan dengan para Bankers teman-teman salah seorang teman baruku…Beliau sangat santai mengenalkan aku pada rekan-rekannya (ini sempat membuat aku kaget dan malu)…karena kami baru berkenalan beberapa saat tetapi beliau tidak canggung mengenalkanku kepada setiap yang menyapa beliau (maklum beliau top)…pada saat kukatakan aduh malu pa saya jangan dikenalkan kepada semua orang.. beliau menjawab jangan punya perasaan seperti itu…..hal tersebut membuat rasa kagumku kepada beliau …karena begitu rendah hati….tidak memandang jabatan…kemudian kami turun bersama ke lobby dan karena aku naik taxi ke Seminar tersebut, maka beliau menawarkan agar aku diantar ke kantor, Beliau seorang senior yang super sibuk ternyata begitu rendah hatinya menawarkan sebuah kebaikan…
Diperjalanan aku banyak bertanya pengalaman beliau yang menurutku amat luar biasa dan merupakan ilmu yang sangat bermanfaat yang tidak akan diperoleh di textbook …dan dengan smart serta santai pula beliau menjawabnya…apa yang beliau jelaskan akan selalu kuingat dengan baik… dan luar biasa ternyata Beliau memahami ayat-ayat Al Qur-an dengan sempurna ayat-ayat dengan tafsirnya dan kami berjanji akan saling mengingatkan melalui sms ayat-ayat Al Qur’an dalam rangka usaha mensosialisasikan Al Qur’an serta mencari bekal menuju akhirat. …Saat aku turun dari mobil, beliau memberi pesan ”jangan lupa giat kuliah, segera buat proposal disertasi dan undang saya apabila kamu ujian terbuka’’. Kata-kata itu selalu terngiang sebagai motivasi agar aku jangan redup menyelesaikan tugas.
Pengalaman hari itu sungguh sangat luar biasa …membuka hati dan memompa motivasi yang sedang redup..ternyata persahabatan tulus itu dapat terjadi setiap saat tanpa diduga, tanpa memandang jabatan, usia, status dan apapun apabila kita mempunyai gelombang yang sama dalam memahami ayat-ayat Allah. Karena Allah Maha pengasih dan Penyayang dan Allah selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya….
Beberapa SMS motivasi dari sahabatku yang baik hati yang tentunya dapat bermanfaat bagi orang lain akan kukutip antara lain : ’’Setiap lembar hal yang kita buka adalah rute penerbangan yang akan mengantarkan kita menuju kota sukses, semakin tinggi kita terbang semakin besar tekanan problematika, dinamika dan dilematika yang akan menghadang kita, dan semakin jauh penerbangan yang kita tempuh, maka semakin banyak bahan bakar (baca : daya tahan/endurance) yang kita perlukan. Setinggi atau sejauh apapun penerbangan yang kita pilih selalu berlaku satu aturan, bahwa kita tidak pernah bisa mengubah arah angin (baca : nasib) tetapi kita dapat mengubah arah sayap (baca : sikap/pola pikir). Pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghaib, dan tidak ada yang mengetahuinya kecuali DIA (Al-Qur’an Surat Al An’aam ayat 59).
SMS lain berbunyi : ’’Kata orang bijak kalau kita merasa kurang bahagia, pasti ada yang salah dengan jendela kita. Solusinya sederhana saja bersihkan jendela kita dan rubahlah posisinya menjadi lebih baik. Kita akan langsung merasakan kehidupan yang indah, bahagia dan penuh dengan berbagai keajaiban’’.
SMS lainnya berbunyi : ’’Hidup itu indah, keindahan hidup itu tidaklah tergantung dari cara kita melihat, dari jendela yang kita gunakan untuk melihat dunia, kalau kita melihat dari jendela-jendela keindahan, maka terlihat indahnya hidup ini, sebaliknya kalau jendela-jendela kita kotor dan coreng moreng, maka hidup inipun terlihat kotor dan coreng moreng. Masing-masing orang memperoleh derajat seimbang dengan apa yang dikerjakannya dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (Al Qur’an surat Al An’aam ayat 132}
Terima kasih Pa …atas kesediaan waktunya memberikan pemahaman ayat-ayat Al Qur’an yang begitu indahnya… saya sangat memahami kesibukan Bapak dan Bapak ditengah kesibukan masih sempat menebar kebaikan ….dan kebaikan Bapak tidak akan saya lupakan sepanjang hidup ….Saya akan selalu berdoa semoga Bapak dan keluarga senantiasa diberikan Rahmat, Taufik dan HidayahNya serta selalu dalam perlindungan Allah… dan semoga persahabatan yang tulus dapat menjadi salah satu Bekal Menuju Akhirat .

