Archive for November, 2008

November 15th, 2008

‘’MENUJU AKHIRAT'’

Posted in HARAPANKU by Dewi

Sabtu pagi hari sebelum berangkat senam pagi bersama Ibu-ibu kompleks di lapangan Mesjid Baiturrakhim, aku sempatkan membuka Republika Online untuk membaca “hikmah” menurutku tulisan Pa Fauzi Menuju Akhirat ini dapat melengkapi tulisanku Bekal Menuju Akhirat, karena kini disaat usia hampir menjelang senja memang  sudah saatnya harus selalu ingat dan ingat akan akhirat.. jangan sampai terlambat … banyak sahabatku yang kembali ke kampung akhirat dalam usia yang muda… sehingga mengingatkanku untuk selalu siap setiap saat….

Menuju akhirat
By Fauzan Al-Anshari
Republika On line
Jumat, 07 November 2008 pukul 16:46:00

Tak satu pun manusia akan lepas dari kematian, karena kematian adalah salah satu ‘terminal’ di tengah perjalanan yang harus kita lewati, bahkan menjadi tempat berhenti sejenak. Bagaikan orang bernaung di bawah rindangnya pohon di tengah perjalanan untuk melepas lelah barang sebentar, lalu melanjutkan perjalanannya kembali sampai ke tujuannya, yakni ‘’ibu kandungnya'’. Sebagaimana dituturkan dalam Alquran, ‘’….adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, maka ‘ibunya’ adalah Hawiyah. Tahukah kami, apakah Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas'’. (QS.101:8-11).

Setiap perjalan pasti membutuhkan perbekalan. Apalagi perjalanan yang sangat jauh, tentunya bekalnya pun harus cukup supaya selamat sampai tujuan. Bedanya, perjalanan ke akhirat bekalnya tidak berbentuk materi, melainkan amal perbuatan. Setiap orang mempunyai catatan amalnya masing-masing yang dibukukan dalam sebuah kitab,'’ ….di sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dizalimi'’.

(QS.23:62). Yakni kitab tempat para malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang dengan sejujur-jujurnya tanpa pilih kasih, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan pada hari kiamat. Ketika setiap manusia menghadap Allah satu per satu, maka dikatakan padanya: ‘’Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh (para malaikat) mencatat apa saja yang telah kamu kerjakan'’. (QS.45:29).

Bagi orang-orang yang timbangan kebaikannya ringan, artinya perbuatan dosanya lebih besar, maka ‘’ibu kandungnya'’ (baca: tempat kembalinya) adalah Hawiyah. Sedangkan orang-orang yang timbangan kebaikannya berat, ‘’…maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan'’. (QS.101.7) Siapakah mereka itu? Bagi seorang muslim, dunia bukanlah tujuan. Dunia adalah ibu tiri. Dunia bukanlah ibu yang melahirkan kita. Kita adalah anak-anak akhirat. Akhirat adalah ‘’ibu kandung'’ kita. Akhirat adalah ‘’ibu'’ kita yang sebenarnya. Yang selalu menjadi tempat kita mencurahkan cinta dan penuh harap. Di sanalah kita menuju dan tempat berakhir. Di sanalah peluk cium yang kita dambakan selama ini. Dunia adalah tempat kita ditempa, dididik, dan diuji. Siapa yang lulus semua ujian itu, merekalah yang berhak diterima di pangkuan ‘’ibu'’ di surga. Tapi, siapa pun mereka yang gagal, tempatnya adalah di Hawiyah, yakni api neraka yang bergejolak. Semoga kita semua diterima sebagai anak-anak akhirat yang berbakti pada ‘’ibu'’ dan mendapat tempat yang memuaskan. - ah

November 12th, 2008

‘’JUJUR ITU LANGGENG'’

Posted in HARAPANKU by Dewi

Pada saat membaca artikel jujur itu langgeng kiriman email dari laila kurniasari di millis cfbe, hati ini tergerak bahwa tulisan ini harus masuk dalam webku .. tulisan-tulisan Pa Sonny Wibisono ini selalu dikirim oleh laila di millis cfbe.. dan seperti biasa tulisan beliau simple tetapi menyentuh hati sehingga lailapun selalu ingin sharing kepada anggota millis..

“Jujur Itu Langgeng”

“Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.”
– Anonim

HAMDAN adalah sebuah anomali. Dia pergi ke kantor hanya dengan mengendarai sepeda motor yang sudah butut. Helmnya pun bau apak. Jaketnya kumal. Padahal Hamdan merupakan orang penting di sebuahperusahaan. Dialah yang menjadi pengatur keluar masuknya barang yang menjadi komoditas perusahaannya. Hamdan berkali-kali mengatakan dirinya hanya berusaha keras menjalankan pekerjaan dengan baik.
Sehari-hari dia mencatat dengan penuh ketelitian, agar jangan sampaisatu barang pun lenyap ataupun nyelonong ke tempat lain.

Ketelitian menjadi panglima. Kejujuran menjadi napas dalam hidupnya. Berkali-kali dia berperang dengan sikapnya itu. Tatkala keluarganya membutuhkan uang berlebih untuk sebuah keperluan, dia hanya mengandalkan tabungannya yang tak seberapa. Begitu selalu. Hamdanpun dicap sebagai orang aneh.

Hingga pada suatu saat ketika Hamdan telah pensiun, mantan koleganya menghubungi- nya meminta bertemu. Ternyata koleganya memintanya mengelola pendistribusian barang-barang di perusahaannya. Tentu dengan gaji dan fasilitas yang menggiurkan, yang tidak didapatkan oleh Hamdan di perusahaan sebelumnya. Sang kolega pun berbaik hati
dengan menawarkan kerjasama kepada Hamdan bila berminat, untuk menaruh saham di perusahaan tersebut. Hamdan tak membuang kesempatan emas ini. Jadi Hamdan tidak hanya mengelola, tapi juga diberi kesempatan memiliki perusahaan yang ditanganinya sekarang.

Rupanya, inilah buah kejujuran yang dimiliki Hamdan. Sang kolega mempercayai penuh kejujuran yang dimiliki Hamdan, ditambah dengan kecakapannya mengelola pendistribusian barang.

Kejujuran, dan juga kisah Hamdan sendiri, memang menjadi sesuatu yang aneh dan langka. Tak usah mencari jauh-jauh contohnya. Bacalah koran, tonton tivi, atau dengarlah radio. Setiap hari kita jumpai kasus korupsi, perampokan, penipuan, pencurian, tindak kekerasan, perselingkuhan, atau kasus kriminal lainnya. Kesemuanya bermuara
pada satu hal, bahwa komitmen mengenai kejujuran tidak terpenuhi.

Jujur tak hanya diartikan secara harfiah sebagai ‘berkata benar, mengakui atau memberikan suatu informasi yang sesuai dengan kenyataan dan kebenaran’. Tapi juga dalam pengertian yang lebih luas, tidak berbohong, tidak menipu, tidak mencuri, tidak korupsi, tidak berbuat tindak kekerasan, tidak melakukan selingkuh, dan sejumlah `tidak’ lainnya, merupakan bentuk lain dari sebuah kejujuran.

Oleh karena itu kejujuran membutuhkan komitmen untuk pemenuhan kejujurannya. Dalam jenis pekerjaan apapun, nilai sebuah kejujuran tak bisa ditawar-tawar lagi. Anda harus memegang teguh pada komitmen dimanapun Anda berada dan bekerja. Tidak boleh berbohong. Tidak boleh menipu. Tidak boleh merekayasa. Bagaimana Anda mau dikatakan jujur, jika hendak menjadi caleg saja harus menyogok. Bagaimana Anda
mau dikatakan jujur, jika Anda membohongi publik dengan aksi menggoreng saham, yang nilai sahamnya memang tidak sebanding dengan nilai buku perusahaan.

Lantas, bagaimana agar nilai-nilai kejujuran dapat terus berkembang? Kejujuran sesungguhnya dapat ditularkan. Sama seperti virus, ia dapat menyebar dengan cepat. Suri tauladan yang baik selalu berawal dari atas. Dalam psikologi, dikenal prinsip modelling. Artinya murid akan dengan mudah meniru perilaku tertentu melalui proses peniruan terhadap model. Siapa saja dapat bertindak sebagai model. Pemimpin,
orangtua, guru, orang-orang yang mempunyai banyak penggagum, ataupun orang-orang yang mempunyai pengikut. Jadi, bila pemimpinnya tidak jujur, sulit mengharapkan rakyatnya juga berlaku jujur. Jika seorang pejabat korupsi, jangan salahkan kalau bawahannya ikut-ikutan korupsi. Dan, jangan juga salahkan sang anak yang malas belajar
karena asik menonton televisi, sementara sang anak melihat ibunya asik menonton sinetron.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa kejujuran sulit diterapkan dalam dunia bisnis dan politik. Pertimbangan moral dikesampingkan dan lebih mengedepankan nafsu untuk mencari untung atau kekuasaan semata. Benarkah demikian? Sebaliknya. Padahal, kejujuran akan membawa pada kelanggengan. Kepercayaan, lebih-lebih dalam dunia
bisnis, membutuhkan prasyarat bernama karakter. Karakter dibangun dari dua hal utama; kejujuran dan tanggung jawab. Kejujuran berbicara tentang moralitas dan etika. Sedangkan tanggung jawab berhubungan dengan kompetensi. Di negeri ini, banyak pebisnis yang sukses dan politisi yang dikenang hingga kini karena kejujuran yang
dianutnya selama ini. Nilai-nilai yang mereka anut untuk: tidak ngembat sana-sini, tidak ngemplang, tidak sikut kanan-kiri, tidak merekayasa nilai proyek, tidak mengulur-ulur penjualan saham, atau tidak ngadalin mitra kerjanya.

Oleh karena itu kejujuran membutuhkan pengorbanan untuk menunda kesenangan. Meniti dan mencapai hasil sesuai dengan usaha tanpa harus memark-up atau menipu. Apa enaknya, bila kesuksesan diraih dengan begitu cepat, tetapi dengan mengorbankan nilai-nilai kejujuran. Hidup tak tentram, tidurpun tak nyenyak.

Kejujuran memerlukan kesadaran untuk paham akan batas kelemahan diri sendiri dan tidak sungkan untuk mengaku salah. Dan juga sebaliknya, bersedia memaafkan kelemahan orang lain. Kejujuran juga berarti sadar bila tidak mampu dalam mengerjakan sesuatu. Jika kemampuan Anda mengangkat beban hanya lima kilo, jangan memaksakan Anda mengangkat hingga mencapai sepuluh kilo. Jika harga saham sesungguhnya hanya seribu perak, jangan dipaksakan dijual lima ribu perak.

Kejujuran merupakan salah satu kunci untuk mengatasi masalah hidup berbangsa dan bermasyarakat di negeri ini. Seperti pepatah lama Belanda yang mengatakan, eerlijk duurt ‘t langst, jujur itu langgeng. Percayalah. (030908)

Sumber: Jujur Itu Langgeng oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta

November 3rd, 2008

“DI JEWER”

Posted in HARAPANKU by Dewi

Di jewer adalah kata yang sangat sederhana yang berarti daun telinga di dilipat ke kiri dan ke kanan.. untuk anak-anak kecil sangat takut untuk di jewer karena berarti telah melakukan suatu kesalahan dan mendapat hukuman atas kesalahan tersebut… tetapi bagi orang dewasa kata di jewer merupakan suatu bentuk kasih sayang untuk memberikan motivasi melaksanakan suatu pekerjaan yang butuh konsentrasi tinggi.

Kata-kata “awas tak jewer kamu kalau sampai akhir tahun ini proposal disertasi belum selesai, dewi harus punya time schedule agar tugas tersebut selesai” kata-kata tersebut memacu semangatku memulai lagi membuat judul-judul disertasi untuk diajukan kepada promotorku Prof Made dan co promotor Prof Imam setelah judulku di tolak 6 bulan yang lalu.

Dari kata di jewer itulah aku menghubungi sahabatku satu kelompok di kelas A Pa Nanto yang paling hebat di kelas… Saat kutanya ternyata beliau juga belum mengajukan judul malah belum mengganti co promotor Pa Pascalis alm.. Pa Nanto minta aku menghubungi Prof Billy karena ingin minta izin agar Pa Billy mau mengganti Pa Pascalis.. kuhubungi teman-teman untuk cari hp Prof Billy ternyata sulit juga Pa Herly yang bekerja di Mabes AU tempat Prof Billy dulu bekerja memberikan nomor yang salah… namun akhirnya aku bisa menghubungi Prof Billy untuk makan siang di Grand Melia sesuai permintaan Pa Nanto.

Dari penuturan Prof Billy akhirnya aku dan Pa Nanto sepakat harus membuat beberapa alternatif judul disertasi, masing-masing judul dengan 4 variable, dan masing variable harus di lampirkan copy teori dari 7 text book yang mendukung variable tersebut.. jadi dari 4 variable harus menyiapkan 28 text book jadi kalau membuat 3 alternatif saja dengan minimal 6 variabel harus menyiapkan 42 copy teori/text book… oow..oow… harus berburu 42 text book oh my God…

Pa Nanto berulang ulang berkata bahwa yang sulit adalah memulai kemudian mengajakku untuk saling mendukung dan kami seperti anak kecil berjabatan tangan berjanji untuk bersama-sama memulai dan saling sharing.

Alhamdulillah saat kutelepon sahabat-sahabatku para pencinta buku mereka bersedia untuk meminjamkan buku-buku nya untuk kucopy teori-teori yang mendukung variable yang kupilih… hidupku kini dikelilingi oleh buku-buku tebal .. namun karena kata-kata di jewer tadi walaupun dikelilingi buku tebal-tebal aku tetap riang dan bersemangat… maklum takut di jewer …

Sebagai penyeimbang kutelepon teman-teman yang proposal disertasinya sudah disetujui oleh Promotor ternyata Pa Nurhasim sudah mengumpulkan 60 buah text book untuk mendukung variablenya.. Pa Ketut A sedang menunggu konfirmasi Prof Made tahap uji coba peneltian..

Menurut Pa Ketut A perjalananku masih panjang sekali.. maklum tahap awal adalah pengajuan judul dulu itupun memakan waktu lama karena Pa Harley, Pa Alifuddin, Pa Syahban, Pa Haposan, Pa Endhi dll judulnya disetujui setelah 10 kali bolak balik ke Prof Made… bila judul disetujui lalu membuat proposal disertasi itupun bolak balik juga, menurut Pa Syahban dan Pa Alifuddin dari Makassar mereka bolak balik ke jakarta 6 kali baru proposalnya disetujui. Mereka sekarang sedang menunggu waktu antrian untuk seminar proposal disertasi…

Setelah seminar proposal disetujui, mengajukan susunan teori bila disetujui baru mengajukan penelitian uji coba.. setelah hasil penelitian uji coba disetujui kemudian mengajukan penelitian sebetulnya…bila disetujui baru melaksanakan proses penelitian sebetulnya dan setelah hasil penelitian sebetulnya disetujui dapat mendaftarkan waktu antrian untuk seminar hasil penelitian… setelah disetujuinya seminar hasil penelitian baru mendaftarkan waktu antrian untuk ujian tertutup … bila lulus ujian tertutup maka mendaftarkan kembali waktu untuk ujian terbuka…oohhh perjalanan panjang….

Pa Ketut A juga mengatakan bahwa Pa Ketut B yang telah selesai susunan teori oleh Pa Made diminta untuk menyusun dari awal lagi karena teori yang mendukung variable tidak tepat Pa Ketut A mengatakan “Dewi kumpulkan teman-teman ayo kita bertemu hari Sabtu di kantor saya, kita harus saling sharing karena rasanya berat kalau berjalan sendiri… ajakan itu kusambut positif dan aku telah menghubungi beberapa teman lain untuk memenuhi ajakan Pa Ketut.

Saat kuceritakan proses tersebut kepada yang akan menjewerku, beliau mengatakan proses tersebut akan tidak terasa dilalui apabila kita melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan hati yang riang. dan ikhlas… anggaplah itu bukan beban tetapi sebagai proses pembelajaran ke tahap yang lebih tinggi ..dan itu semua memerlukan endurance yang kuat…

Beliau juga berjanji akan memberikan bimbingan dari segi praktisi karena untuk penulisan disertasi tidak melulu dari segi teori dibutuhkan pula pandangan dari segi praktisi untuk melengkapi teori yang ada..
Bimbingan beliau yang ada dalam posisi “helicopter view” tentunya akan sangat bermanfaat bagiku untuk belajar dan belajar…

Alhamdulillah perjalanan hidup yang kualami dari hari ke hari menambah keyakinanku bahwa ada rencana Allah SWT yang tidak diketahui oleh manusia semenit ke depan karena kini sepertinya Allah sedang memberikanku kebahagiaan di dunia yang tidak ternilai ….Begitu banyak kemudahan yang kuperoleh… sahabat-sahabatku semua memberikan perhatian dan dukungan padahal mereka adalah orang-orang yang sibuk. .. bisa kubayangkan bagaimana beliau-beliau memilih dan membawa buku-buku yang ada di rumahnya untuk dipinjamkan kepadaku, bila tidak dengan hati yang penuh keikhlasan tentunya sulit…

Temanku Meiske yang selalu mendampingi untuk mengambil buku-buku tersebut serta berkenalan dengan beliau-beliau berkata…”Dewi teman-temanmu luar biasa mendukungmu… kamu harus selalu bersyukur bahwa ternyata persahabatan yang kamu jalin sejak muda tidak terputus silaturachimnya karena jabatan… saya melihat mereka menolongmu dengan ikhlas…”

Mungkin inilah panen yang kuperoleh yaitu apa yang kita tanam maka itulah yang akan kita peroleh…maka marilah kita semua segera menanam kebaikan maka kebaikan yang akan kita panen .

Kini hari-hariku dirumah dipenuhi oleh kegiatan membaca dan membaca… setelah kubaca dan kutandai ..kuberikan kepada Burda Barida keponakanku tersayang untuk diketik… kemudian kukompulasi untuk kuedit kembali…aku harus mencicil sedikit demi sedikit bahan-bahan yang ada, agar tidak betumpuk dan merasa berat nantinya, karena aku yakin bahwa proses yang panjang membutuhkan kerja keras ..dan untuk menjaga kesehatan janganlah sesuatu dipaksakan tetapi kerjakanlah sekarang juga dimulai dari hal yang paling kecil,

“Ya Allah terima kasih dan terima kasih , puji syukur kupanjatkan kepadamu karena atas pertolongaMulah kemudahan-kemudahan ini terjadi..”

Ungkapan rasa Terima kasih dan terima kasih yang tak terhingga kepada yang akan menjewerku… karena dimulai dengan kata jewer itulah membangunkan aku dari tidur dan perasaan tenang-tenang saja… sementara argo pembayaran semester kuliah tetap berjalan menipiskan tabunganku… apabila aku bersemangat dan kerja keras tentunya dapat segera menyelesaikan program ini dan tabungan dapat digunakan untuk kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat……..

Insya Allah…..

November 3rd, 2008

“Mutiara Cinta'’

Posted in HARAPANKU by Dewi

Pada suatu masa, terlihat seorang wanita dengan wajah diliputi kesedihan…. Wajahnya kusut masai. Ternyata wanita tersebut baru saja mengalami kesedihan yang luar biasa, Kemudian pergilah sang wanita kepada orang bijak dengan harapan agar orang bijak itu dapat memberikan nasihat.

Kepada orang bijak sang wanita berkata “Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk memulihkan kondisi saya agar tidak bersedih hati? Sang Guru tidak tertawa mendengarkan pertanyaan tersebut tetapi dengan empathi berkata : “Carilah seseorang yang tidak mengenal “kesedihan”. Setelah kamu bertemu dengannya kita akan bersama-sama membuat ramuan ajaib agar kamu tidak bersedih hati lagi.”

Wanita tersebut kemudian menyusuri jalan-jalan untuk mencari seseorang yang tidak mengenal kesedihan, dan tiba di depan rumah mewah. “Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,”ucap wanita itu dalam hati


Setelah mengetuk pintu, dia bertemu dengan pemilik rumah seorang wanita pula dan berkata, “saya mencari rumah yang tidak pernah mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?” Si pemilik rumah ternyata menjawab “Kamu datang ke rumah yang salah. Karena rumah ini sedang mengalami kesedihan pula anda bisa membayangkan bagaimana sedihnya hati saya karena saya baru saja kehilangan seluruh keluarga saya dalam kecelakaan., saya sedang bingung untuk menjalankan usaha yang dilimpahkan kepada saya, sementara saya kini seorang diri dalam mengarungi hidup.

Sang wanitapun menjadi terharu dengan pemilik rumah. Dan berfikir, “alangkah lebih baiknya apabila saya bersatu dengan wanita ini untuk membantu menghibur dia yang nasibnya lebih malang dari saya “

Diputuskannya untuk bersahabat dan menghibur pemilik rumah itu. Ternyata setelah dia bersama wanita pemilik rumah itu, saling bantu-membantu untuk menjalani hidup. Mereka berdua berdiskusi, saling menghibur, saling mengingatkan agar meningkatkan ketakwaan kepada Illahi, terjalinlah persahabatan yang tulus murni untuk mengikis rasa sedih dan beberapa bulan berlalu, wanita itu pun merasa bahwa sahabatnya sudah kelihatan lebih baik.

Dan sesuai dengan nasihat orang bijak, lalu ia berangkat lagi mencari orang berikutnya. Tetapi, ke mana pun dia pergi, selalu bertemu dengan kesedihan orang lain. Akhirnya, dia memutuskan harus bertanggungjawab untuk menghibur semua kesedihan orang yang dikunjunginya.

Hingga akhirnya, dia pun kembali kerumah orang bijak dan berkata ”Guru ternyata ramuan ajaib itu tidak ada, kesedihan itu akan segera sirna apabila kita selalu bersyukur bahwa kesedihan yang kita alami adalah tidak berarti bila dibandingkan kesedihan orang lain”. Sang Guru menjawab ” kamu harus banyak belajar memahami hidup karena hanya dari pengalaman yang kamu peroleh dan kamu pelajari dengan mata hati maka kamu akan memahami hidup”


PENGAJARAN CERITA INI:

Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.


Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa hasil kerjanya setelah seharian berpenat-lelah.
Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.


Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis.
Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!


Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.


Kerana itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah SWT.

Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan kehidupan kita, kerana setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.

Persahabatan yang tulus, saling memberi, saling membantu, saling bercerita , saling mendengarkan, saling mendukung saling mengasihi akan memberikan hari-hari yang indah sehingga hari-hari akan dilalui dengan senyum keceriaan

sumber inspirasi : Buku Chicken Soup For the Women’s Soul


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :
Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services