“Mutiara Cinta'’
Pada suatu masa, terlihat seorang wanita dengan wajah diliputi kesedihan…. Wajahnya kusut masai. Ternyata wanita tersebut baru saja mengalami kesedihan yang luar biasa, Kemudian pergilah sang wanita kepada orang bijak dengan harapan agar orang bijak itu dapat memberikan nasihat.
Kepada orang bijak sang wanita berkata “Guru, apakah Anda memiliki ramuan ajaib untuk memulihkan kondisi saya agar tidak bersedih hati? Sang Guru tidak tertawa mendengarkan pertanyaan tersebut tetapi dengan empathi berkata : “Carilah seseorang yang tidak mengenal “kesedihan”. Setelah kamu bertemu dengannya kita akan bersama-sama membuat ramuan ajaib agar kamu tidak bersedih hati lagi.”
Wanita tersebut kemudian menyusuri jalan-jalan untuk mencari seseorang yang tidak mengenal kesedihan, dan tiba di depan rumah mewah. “Mungkin, penghuni rumah itu tak pernah mengenal kesedihan,”ucap wanita itu dalam hati
Setelah mengetuk pintu, dia bertemu dengan pemilik rumah seorang wanita pula dan berkata, “saya mencari rumah yang tidak pernah mengalami kesedihan. Inikah tempatnya ?” Si pemilik rumah ternyata menjawab “Kamu datang ke rumah yang salah. Karena rumah ini sedang mengalami kesedihan pula anda bisa membayangkan bagaimana sedihnya hati saya karena saya baru saja kehilangan seluruh keluarga saya dalam kecelakaan., saya sedang bingung untuk menjalankan usaha yang dilimpahkan kepada saya, sementara saya kini seorang diri dalam mengarungi hidup.
Sang wanitapun menjadi terharu dengan pemilik rumah. Dan berfikir, “alangkah lebih baiknya apabila saya bersatu dengan wanita ini untuk membantu menghibur dia yang nasibnya lebih malang dari saya “
Diputuskannya untuk bersahabat dan menghibur pemilik rumah itu. Ternyata setelah dia bersama wanita pemilik rumah itu, saling bantu-membantu untuk menjalani hidup. Mereka berdua berdiskusi, saling menghibur, saling mengingatkan agar meningkatkan ketakwaan kepada Illahi, terjalinlah persahabatan yang tulus murni untuk mengikis rasa sedih dan beberapa bulan berlalu, wanita itu pun merasa bahwa sahabatnya sudah kelihatan lebih baik.
Dan sesuai dengan nasihat orang bijak, lalu ia berangkat lagi mencari orang berikutnya. Tetapi, ke mana pun dia pergi, selalu bertemu dengan kesedihan orang lain. Akhirnya, dia memutuskan harus bertanggungjawab untuk menghibur semua kesedihan orang yang dikunjunginya.
Hingga akhirnya, dia pun kembali kerumah orang bijak dan berkata ”Guru ternyata ramuan ajaib itu tidak ada, kesedihan itu akan segera sirna apabila kita selalu bersyukur bahwa kesedihan yang kita alami adalah tidak berarti bila dibandingkan kesedihan orang lain”. Sang Guru menjawab ” kamu harus banyak belajar memahami hidup karena hanya dari pengalaman yang kamu peroleh dan kamu pelajari dengan mata hati maka kamu akan memahami hidup”
PENGAJARAN CERITA INI:
Kita belajar makna cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam dukungan. Kedua belah tangannya sibuk membetulkan selimut si bayi. Dalam dadanya tiada sesuatu selain ketulusan memberi atas nama cinta.
Kita belajar makna cinta dari seorang ayah yang membawa hasil kerjanya setelah seharian berpenat-lelah. Dalam dadanya, tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta.
Kerana cinta bukan hanya sekadar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh romantis. Kita belajar apa itu cinta dari apa pun yang ada di muka bumi. Dari cahaya matahari, dari sepasang merpati, dari sujud dan tengadah doa. Dari apapun!
Pada semua kelahiran yang bersambut dengan cinta, hingga kematian dalam cinta, kita dalam hidup ini, tiada lain selain mewujudkan cinta.
Kerana itu, tiada yang boleh kita lakukan selain atas nama cinta kita yang teragung: cinta buat Yang Maha Agung, Allah SWT.
Apapun keputusan-NYA buat kita, Allah yang berbicara, yang menentukan kehidupan kita, kerana setiap sesuatu yang menyedihkan itu ada hikmah-Nya.
Persahabatan yang tulus, saling memberi, saling membantu, saling bercerita , saling mendengarkan, saling mendukung saling mengasihi akan memberikan hari-hari yang indah sehingga hari-hari akan dilalui dengan senyum keceriaan
sumber inspirasi : Buku Chicken Soup For the Women’s Soul


yanti suud says:
Asalamu’alaikum bu Dewi, salam kenal. Saya betah di blog Anda untuk belajar dari kisah-kisah hidup manusia.
Silakan mampir di blog saya yang sangat-sangat sederhana.
http://mutiaracinta-tysuud.blogspot.com
December 13th, 2008 at 2:50 am
ayu says:
thank’s banget ya mbak untuk tulisannya, aku jadi dapat inspirasi deh setelah bacanya
January 19th, 2009 at 6:20 am