“BANK JUM’AT MALAM”


Posted in HARAPANKU by Dewi

Hari Jum.at 3 April aku kurang enak badan..pulang dari kantor jam 17.45 sehingga jam 18.30 sudah sampai rumah.. biasanya dari kantor ba’da magrib sampai rumah jam 20 an ..pintu pagar dan rumah terbuka lebar.. banyak ibu-ibu di teras rumah.. aku ingat hari ini adalah Jum’at malam dan seperti Biasa Bank Jum’at malam buka dari ba’da magrib sampai jam 21 merupakan jadwal memberikan pinjaman bagi ibu-ibu anggota “Bekal Menuju Akhirat”..

Ibu-ibu tersebut duduk sambil mengobrol satu sama lainnya sambil menunggu antrian dan di tangan mereka seperti biasa membawa buku surat nikah, kartu keluarga ada juga BPKB dan Sertifikat tanah sebagai jaminan.. karena untuk mendisiplinkan mereka aku mengharuskan membawa jaminan…untuk yang memberikan jaminan Surat Nikah dan Kartu Keluarga diberikan pinjaman Rp. 300.000,- (tanpa bunga n uang administrasi) dan harus diangsur selama 10 (sepuluh) minggu @ Rp. 30.000,- apabila pembayaran bagus tidak menunggak maka raportnya diberikan nilai A sehingga apabila sudah selesai bisa diberikan tambahan pinjaman lagi maksimal sebesar Rp. 400.000,- seterusnya… untuk jaminan BPKB dan Sertifikat Rumah diberikan pijaman Rp. 1.000.000,- s/d Rp. 1.500.000,- juga tanpa bunga n biaya administrasi harus diangsur juga selama 10 minggu @ Rp. 100.000,- -  Rp. 150.000,- apabila sudah selesai bisa meminjam lagi dengan jumlah yang meningkat …apabila ada tunggakan dalam membayar maka raportnya merah dan sesuai kesepakatan tidak akan diberikan pinjaman lagi…

Dengan diterapkannya aturan Raport dan jaminan sejak tahun 2007 akhir, Bank Jum’at malam hasilnya luar biasa, mereka tidak berani menunggak angsuran lagi ..perputaran pinjaman menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya . ..tercatat setiap Jum’at malam jumlah uang yang dikeluarkan untuk pinjaman berkisar Rp. 7 – Rp. 8 jt an dengan total pinjaman sampai saat ini Rp. 120 juta.. dengan peminjam tercatat sebanyak 225 orang..

Uang Pinjaman tersebut berasal dari tabungan mereka, sumbangan mesjid Baiturrachim (yang telah dikurangi biaya guru) serta dari teman/saudaraku yg menjadi donatur.
Pencatatan simpan pinjam sangat rapi dilakukan oleh Burda keponakanku.. tak terbayangkan bila Burda pergi siapa yang akan melanjutkan administrasi ini ?

Sudah lama aku tidak menginterview mereka yang meminjam.. kutanyakan satu persatu digunakan untuk apa uang pinjaman tersebut.. mereka mengatakan untuk tambahan modal jual getuk… untuk membeli kayu bahan pembuatan lemari…jual sayur…jual nasi uduk..jual snack anak-anak.. untuk bayar uang sekolah, untuk berobat dll…malam ini banyak diantara mereka peminjam yang baru dan beberapa diantaranya sudah meminjam 5 kali…mereka mengatakan Bank Jum’at malam ini sangat membantu mereka menanggulangi kebutuhan..

Wajah mereka terlihat bingung pada awalnya dan berseri-seri saat menerima uang terlihat mereka seperti lepas dari beban berat.. mereka mengucapkan terima kasih dengan nada yang luar biasa dan ingin mencium tanganku sebagai ungkapan rasa terima kasih .kutolak cium tangan mereka dengan memeluk ibu-ibu tersebut dan kukatakan bahwa jangan berterima kasih kepadaku tetapi berterima kasihlah kepada Allah yang telah memberikan jalan keluar atas kebutuhan hidup yang ada.. juga doakan agar aku dan Burda dapat sehat sehingga dapat berjalan lancar …kuminta mereka berdoa khusus untuk Burda (karena Burdalah yang melaksanakan administrasi dengan baik tanpa biaya sesenpun kecuali ingin mendapatkan ridho Allah)..maklum kegiatan simpan pinjam Bank Jum’at Malam yang merupakan bagian dari kegiatan Bekal Menuju Akhirat  ini dilaksanakan tanpa bunga dan administrasi merupakan kegiatan yang murni  hanya mengharapkan  Ridho Allah serta wujud perasaan ingin menolong orang lain yang sedang membutuhkan..

Pada saat melihat wajah-wajah mereka…aku teringat diri sendiri diakhir Maret ini… aku harus melunasi sesuatu yang bukan karena keinginanku tetapi karena peraturan..(selama ini aku memang tidak pernah punya keinginan apa-apa yang melebihi batas kemampuan dan selalu menyesuaikan pendapatan dan keinginan) … tetapi sesuatu ini mutlak harus dilakukan.. aku sangat bingung kemana harus mencari uang dalam jumlah besar (sejak muda aku sangat menghindar meminjam dari Bank)..aku memang tidak pernah mengatakan kesulitan ini kepada siapapun karena malu serta tidak mau menyusahkan orang lain.. prinsipku aku harus bisa mandiri.. dan akibat kebingungan mobilku menabrak pohon dan mobil mercedez Bu Kemala tetanggaku.. (bemper mobilku penyok tetapi Mercy B kemala hanya lecet dan dia tidak menuntutku padahal aku telah siap untuk membawa mercy nya ke Bengkel atas biaya asuransi) …

Disaat aku berwajah sedih.. kakakku Iis menanyakan ada masalah apa ? kujelaskan kesulitanku..dan akhirnya dengan mudah aku diberikan pinjaman untuk melunasi sesuatu itu di awal April ini.. aku berjanji akan melunasi dalam tempo setahun dan memberikan jaminan (bagiku hutang adalah beban yang amat berat yang akan ditanyakan pada saat yaumil hisab) begitupun saat teman angkatanku menanyakan masalahku langsung dia akan memberikan pinjaman saat itu juga…aku sangat terharu yang luar biasa…karena pinjaman itu dalam jumlah besar…mengapa mereka memberikan pinjaman dengan mudahnya? (akhirnya pinjaman dari teman angkatan kutolak dengan halus dan rasa terima kasih yang amat sangat karena kakakku Iis telah lebih dulu meminjamiku).. ternyata pertolongan sangat mudah itu didapat apabila kita mau bicara ..sementara selama ini aku hanya bingung dan bingung…sedih dan sedih..

Tetapi aku sangat yakin bahwa pertolongan itu adalah dari Allah… karena Allah tidak akan memberikan beban kepada umatNya diluar kesanggupannya.. dan pada saat itu akupun membayangkan bagaimana rasa bahagianya murid-murid bila mendapat pinjaman dari “Bank Jum’at malam” pada saat mereka membutuhkan…rasa bahagia itu tentunya akan diucapkan dalam bentuk doa yang terbaik…
Dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah selasa malam yang lalu telah kuumumkan kepada murid-muridku bahwa mereka boleh meminjam untuk kebutuhan apa saja kecuali kebutuhan konsumtif… terbukti kini yang memenuhi teras rumah lebih banyak dari biasanya dengan kebutuhan yang beragam bukan konsumtif …

Aku berdoa dan berdoa Mudah-mudahan Bank Jum’at malam mendapat ridho Allah dan bermanfaat serta membahagiakan kaum yang membutuhkan… seperti yang pernah aku alami yaitu perasaan sangat berbahagia mendapatkan sesuatu disaat membutuhkan.. Amien…

You can leave a comment, or trackback from your own site. RSS 2.0

4 comments

  1. Bang Dje says:

    Wah bagus ni ada bank bebas riba. Apalagi ternyata banyak yang untuk usaha (bukan untuk kepentingan konsumtif). Semoga barokah.

    April 23rd, 2009 at 3:50 am

  2. dewi pm says:

    Bang Dje terima kasih sudah berkunjung ke web saya.

    Alhamdulillah ternayata Bank Jum’at malam bermanfaat bagi yang membutuhkan…

    Doakan agar kami khususnya Burda supaya sehat karena tanpa Burda entahlah administrasinya yang luar biasa ribet.

    thanks yaa

    salam,

    dewi

    April 30th, 2009 at 10:26 am

  3. aiqi says:

    Saya salut sama Ibu,

    Masyarakat memang butuh tindakan nyata, mudah-mudahan pertolongan Ibu akan dicatat sebagai baik.
    Amin…

    May 14th, 2009 at 6:07 am

  4. dewipm says:

    Mas/Mbak Aiqi terima kasih atas kunjungannya ke web saya..

    Saya menulis disini bukan untuk riya..tetapi saya ingin mengajak muslimin dan muslimat untuk selalu berbuat kebaikan yang bermanfaat untuk umat…karena umur kita terbatas, kita tidak tahu kapan akan pulang ke negeri akhirat maka perbanyaklah bekal menuju akhirat dan bercita-citalah agar hidup kita ini dapat bermanfaat bagi orang lain…

    wss

    dewi

    May 17th, 2009 at 2:19 am

Leave a comment


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :
Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services