Archive for May, 2009

May 30th, 2009

” Kerendahan hati “

Posted in HARAPANKU by Dewi

Sabtu pagi hari aku sedang malas berangkat senam pagi bersama Ibu-ibu kompleks di lapangan Mesjid Baiturrakhim, dan langsung kubaca koran langgananku di rumah yaitu Koran Tempo. Saat kubaca artikel kerendahan hati aku teringat akan Individual Value Based Marketing “The Future of Marketing” dari Pakar Marketing Philip Kotler yang kuhadiri di Hotel Kempinski tanggal 27 Mei yang lalu tentang “Mind, Heart & Spirit”

Artikel kerendahan hati ini pada halaman Tempo Komunitas diawali dengan kata-kata :” Tempat yang bisa digunakan untuk mengubah duniamu adalah hatimu (heart), isi pikiranmu (mind) dan tindakanmu (Acts) Artikel ini kusimpan di pelabuhan hati agar aku selalu dapat mengingatnya karena bermanfaat bagi kehidupan di dunia.

KERENDAHAN HATI

Sebuah cerita, suatu ketika seorang murid bertanya kepada guru: “guru saya tidak mengerti mengapa orang seperti anda berpakaian sangat sederhana. Bukankah dimasa sekarang ini penampilan dipelukan untuk banyak tujuan lain yang baik?’ . Sang guru tersenyum dan kemudian melepaskan cincin dari jarinya dan berkata :” Anakku aku akan menjawab pertanyaanmu, setelah engkau membawa cincin ini dan bisakah menjualnya seharga satu keeping emas ?’”. murid merasa ragu karena melihat cincin guru yang usang dan kusam dan merasa tidak yakin dapat menjual seharga 1 keping emas. Namun gurunya berkata “cobalah dulu siapa tahu berhasil”.

Di pasar tak ada satupun yang mau membeli cincin itu yang telah ditawarkan ke berbagai pedagang yaitu pedagang kain, sayur, ikan, daging dan pedagang-pedagang lainnya semua tidak mau sekeping emas mereka menawar hanya 1 keping perak. Akhirnya murid melapor kepada gurunya “Guru tak ada satu pedagangpun di pasar yang mau membeli dengan sekeping emas” Kemudian guru dengan bijak berkata “pergilah sekarang kamu ke toko emas jangan membuka harga dan dengarkan saja bagaimana took emas memberikan penilaian kepada cincin ini.

Kemudian murid pun dating ke guru seraya berkata “ Guru ternyata para pedagang di pasar tiak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini, karena pedagang emas ternyata menawar cincin ini dengan seribu keeping emas. Rupanya cincin ini dihargai pedagang emas seribu kali lebih tinggi dari para pedagang di pasar.

Sang Guru menjawab “ itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi muridku. Seseorang tidak bisa dinilai hanya dari pakaiannya. Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman hati dan jiwa seseorang” ungkap guru dengan penuh arif. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menilai seseorang mungkin hanya dari penampilannya, dengan melihat sikapnya ataupun mendengar tutur katanya sekilas. Akibatnya mungkin kita sering keliru karena bisa saja “kemasan” mereka menipu mata dan telinga kita.

Untuk melihat kedalaman dan jiwa seseorang, sebenarnya dibutuhkan kerendahan hati. Banyak orang yang memandang dirinya lebih dari orang-orang lain. Baik dari segi penampilan, bakat, kemampuan yang dimiliki, prestasi, jabatan dan kedudukan yang diraihnya, status hidup, atau popularitas dan prestise.

Hidup dengan kerendahan hati justru akan membuat seseorang lebih menghargai dirinya dan bebas dari perangkap kesombongan. Dengan bersikap rendah hati orang dapat menerima dan menghargai dirinya serta menghargai orang lain, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jika kita menginginkan kehidupan bersama kita lebih baik, mulailah melakukan perubahan dari diri kita lebih dulu. Kita dapat melakukan sesuatu yang baik bagi orang lain, ketika kita sudah mengalami pembaharuan hati, pikiran dan tindakan kita. Itulah transformasi kehidupan yang seutuhnya. Karena kita harus mengubah dunia ini menjadi lebih baik, dengan kerendahan hati. Mulailah dari diri kita. Memang bukan hal yang mudah, tetapi mungkin untuk dilakukan.

Sumber : Koran Tempo Sabtu 30 Mei 2009 halaman Tempo Komunitas Kolom Inspirasi.

Philip Kotler TERBARU.JPG
     “Miracle Story foto bersama Philip Kotler 27 May 2009 di Indonesia Stock Exchange”

Terima kasih kepada Ibu Friderica Widya Sari Dewi Corsec IDX yg telah mengirim foto ini by email… and thanks to Ibu Nanny D Susilowati Mega Capital..karena tangan Tuhanlah foto ini bisa ada…sesuatu yang tidak mungkin terjadi ternyata bisa terjadi…kun fayakun…

May 21st, 2009

KOMUNITAS SHOLAT SUBUH

Posted in HARAPANKU by Dewi

Sudah dua bulan ini aku tidak mengisi web ku….kangen ingin menulis lagi….tapi selalu ada hambatan…kadang-kadang ide menulis datang tapi waktu untuk menulis tidak ada… memang begitulah irama hidup ini apa yang kita akan tuliskan kadang hanya ada dalam pikiran ..sulit untuk diwujudkan…seharusnya tidak boleh demikian yang betul adalah think it..and write/do it…

Di pagi hari di hari kamis libur kenaikan Isa Almasih ..tiba-tiba aku ingin menulis mengenai komunitas ibu-ibu sholat subuh di mesjid Baiturrachim Kav Marinir ..makin lama ibu-ibu yang sholat subuh semakin banyak.. berbeda dengan di mesjid Muhajirin dulu paling banyak 3 ibu termasuk aku…menurut bu Joko kini disana wanita yang sholat subuh hanya berdua ..oo..sepi sekali.. apakah ini ada hubungannya dengan Ustadz yang mengatakan bahwa wanita sholat subuh di rumah ? Dalam acara Kajian Al Qur’an dari ustadz Syaiful Bachri Ahad ba’da Subuh di mesjid Baiturachim ..saat tanya jawab aku menanyakan kepada beliau mengapa Ibu-ibu tidak boleh melaksanakan sholat berjamaah, meramaikan  mesjid untuk beramal sholeh dan belajar lebih komprehensif di Mesjid ?

Dalam Al Qur-an sebagai pedoman hidup manusia secara berulang-ulang tertulis muminin, muminat, muslimin muslimat… yang artinya kaum pria dan kaum wanita harus melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangannya, jangan menjadi kaum pria dan wanita yang munafik..karena setiap pria dan wanita secara individual akan dimintakan pertanggungjawaban di akhirat…sehingga tugas belajar, melaksanakan perintah Allah, melaksanakan amal shaleh dan mencari ridhoNya antara wanita dengan pria adalah sama.. Kucontohkan untuk wanita setengah baya.. sudah tidak mengurus anak kecil lagi, waktu yang ada sangat luang untuk berangkat ke mesjid mengapa harus dilarang?

Jawaban ustadz Syaiful Bachri adalah wanita ke Mesjid diperbolehkan asalkan tujuannya jelas hendak melaksanakan perintah Allah dan mencari ilmu…serta sesuai dengan syariat yaitu tidak memakai wangi2an dan mengeraskan suara untuk menarik perhatian pria  yang sholat di mesjid.

Dan sejak saat itulah banyak ibu-ibu yang melaksanakan sholat subuh di Mesjid Baiturachim ..apabila biasanya hanya Bu Amri, bu Umar, Bu Nursolichin, bu Istiono dan aku kini ada 10 ibu-ibu yang melaksanakan sholat Subuh di mesjid Baiturrachim, sementara prianya ada 35 an sehingga mesjid Baiturrachim menjadi ramai di waktu subuh..

Banyak manfaat yang diperoleh sholat subuh di mesjid antara lain dalam perjalanan dari rumah ke mesjid dengan langsung memakai mukena kita akan teringat suasana di Masjidil Haram Mekah dan Mesjid Nabawi Madinah.. tampak warna-warna putih yaitu wanita berbondong-bondong menuju mesjid .. di perjalanan kita bisa melihat ke langit melihat ciptaan dan kekuasaan Allah berupa taburan bintang-bintang dan cahaya bulan…alangkah indahnya ..suara azan dari mesjid-mesjid terdengar sangat merdu…demikian pula suara langkah kita di keheningan hari…sepi…daan tanpa sadar kita akan melantunkan puji syukur kehadirat Allah atas karunia Allah berupa kesehatan sehinga dapat berjalan menuju mesjid….dengan kondisi sehat dan segar ..

Di Mesjid pula kita dapat khusyuk menjalankan sholat tahiyatul masjid dan sholat Fajar…kemudian suara Imam membacakan ayat-ayat Allah begitu damai.. dan seusai doa ba’da sholat subuh para Ibu bisa dapat berceloteh gembira sebagai pembuka hari yang indah…

Ba’da sholat Subuh kami para Ibu dapat menanyakan kondisi masing-masing apakah dalam keadaan sehat, dan bercerita tentang apa saja sebelum bubar dengan tetawa-tawa.. kami akan merasa kehilangan apabila ada salah satu Ibu tidak hadir sholat subuh dan bila tiga hari berturut-turut tidak hadir tanpa berita maka kami akan menengok bersama-sama…begitupun bila ada warga yang wafat..kami bersama-sama takziah sebentar untuk mendoakan jenazah ..

Dua bulan yang lalu aku bercerita kepada ibu-ibu bahwa aku telah jatuh cinta kepada Syamil Qur’an yaitu Al Qur’an yang diterjemahkan kata per kata.. secara tidak sengaja pada saat ke Toko Buku langganan mereka menawarkan Al Qur’an terjemahan perkata..aku membelinya dan saat kubaca…subhanallah alangkah indahnya terjemahan kata per kata yang ada dalam Al Qur’an..aku ingat 5 tahun yang lalu aku belajar terjemahan per kata dengan Bu Nursolichin dan Bu Fatimah yang dibimbing oleh ustadz zikrullah sangat sulit sekali ..selama 2 tahun setiap hari Sabtu kami baru menterjemahkan per kata surat Al Baqaroh saja..itupun memerlukan konsentrasi yang tinggi..kini dengan membaca Syail Qur’an per kata alangkah mudahnya aku dapat mengerti per kata…Alhamdulillah…

Saat kuceritakan rasa jatuh cinta ini.. ibu-ibu pun penasaran mengapa aku begitu semangat bercerita dan meminta agar ibu-ibu membaca juga…akhirnya ibu-ibu pun membelinya melalui Bu Nursolichin ..dan kini usai sholat subuh kami selalu membahasnya…akhirnya  kami semua telah jatuh cinta pada Al Qur’an yang diterjemahkan per kata..karena semakin dibaca semakin tertarik, semakin ingin lebih dekat untuk lebih memahami…oooo…

Tak lupa setiap selasa malam pun kubawa Syamil Qur’an itu ke mesjid untuk kubacakan kepada murid-muridku saat tausyiah… karena aku ingin Al Qur’an selalu disosialisasikan dicintai, dimengerti kandungan ayat-ayatnya …Al Qur’an itu harus selalu dibaca, dipahami dan diamalkan… bukan untuk hiasan/pajangan saja.. kita semua pria dan wanita mempunyai beban yang sama untuk mengumpulkan bekal menuju akhirat…

Komunitas sholat subuh ini sangat membahagiakan kami … walaupun perbedaan usia ibu-ibu dengan aku sangat jauh tetapi kami dapat becengkerama bersama dengan gembira.bayangkan aku usia 49 tahun seorang karyawati paling muda di komunitas ini karena yang lainnya ibu-ibu rumah tangga/pensiunan diatas 56 tahun…tapi tertawa bersama membuat pipi kami menjadi gembil..dan siang hari dapat dijalani dengan tertawa karena di pagi hari telah dibuka dengan tertawa sehat.. apalagi aku yang selalu mengobrol secara pribadi dan tertawa rileks dengan Bu Amri dokter pensiunan Depatemen Kesehatan  sambil berjalan pulang.. pipi kami berdua semakin gembil…

Aku selalu berdoa dan berdoa, Insya Allah bila umurku masih bertahan di dunia ini sampai aku pensiun 5 tahun yad semoga komunitas sholat subuh ini masih tetap ada bahkan kegiatan kami dapat ditingkatkan lagi dengan sholat berjamaah selain sholat subuh..

Amiin..perkenankan doaku ini ya Allah…


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :
Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services