“Membutuhkan Orang lain”


Posted in HARAPANKU by Dewi


Pagi hari Sabtu di awal Juli 2009 yang cerah dimulai dengan tertawa-tawa dengan Ibu-ibu ba’da sholat subuh di mesjid Baiturrachim kemudian dengan pembicaraan indah jarak jauh di teras rumah tentang  “nasi uduk” membuat inspirasiku terbangun untuk mengisi web pelabuhan hati ini … sudah sebulan  aku tidak membuka webku karena kesibukan kerja dan hati yang sedang berbunga-bunga… re-born mungkin kata itulah yang lebih tepat..

Semakin kita menyelami hidup bersama orang-orang lain semakin terasa bahwa kehidupan terasa indah yang membuat hati terasa lapang dan wajah berseri-seri.. walaupun mungkin keindahan itu akan datang 11 tahun lagi ..atau mungkin tidak akan datang sama sekali.. tetapi hidup kini  terasa indah …dan dari hasil browsing internet kuperoleh kata-kata indah ini :

 

Setiap orang membutuhkan orang lain

Dan seorang teman membutuhkan teman lain

Dan kita semua membutuhkan kasih,

Karena kepenuhan hidup bergantung

Bukan pada kekayaan yang berlimpah

Atau tepuk tangan yang meriah,

Bukan pula pada kesuksesan ataupun ketenaran dunia,

Namun, pada kesadaran bahwa seseorang mempedulikan

Dan membawa serta kita dalam pikiran dan doanya-

Dan kesadaran bahwa kita dipahami

Akan membuat kehidupan kita

Setiap hari terasa begitu indah,

Kita telah mengabaikan kebutuhan terbesar kita

Jika kita “menutup hati” dan lalai memperhatikan

Tangan yang menggapai-gapai

Orang-orang yang hati dan pikirannya Kesepian dan

membutuhkan seseorang untuk berbagi Sukacita dan kepedihan,

sehingga kita paham Bahwa kepenuhan dan kesempurnaan hidup

bergantung pada Hal-hal yang kita bagikan dengan orang-orang

dan teman-teman yang kita kasihi.

 

-Helen Steiner Rice

Diambil dari buku EMBUN BAGI JIWA , Kathy Collard Miller.

Artikel “membutuhkan orang lain”  dari harian Tempo yang kubaca pagi hari ini dari Tempo komunitas Sabtu 4 Juli 2009 halaman khusus juga menambah referensi  hasil browsing dan seperti biasa sesuatu yang kuanggap istimewa harus kusimpan di pelabuhan hati agar dapat selalu  kubaca, kupahami dan kuamalkan… maklum web pelabuhan hati merupakan “tempat yang amat spesial untukku”

Artikel dimulai  dengan kata mutiara “belajarlah dari kesalahan orang lain , anda tak
dapat hidup cukup lama untuk melakukan kesalahan itu sendiri”

 

“Membutuhkan Orang lain”

Kadangkala  kita sering terkecoh dengan keberhasilan, jabatan dan nama besar seseorang. Dibalik kejayaan seseorang pasti tersimpan catatan panjang perjuangan dan pengorbanan. Keringat dan kegagalan. Tak ada jalan pintas menuju sebuah tangga kesuksesan yang dilalui tanpa andil orang lain.

 

Ini kadang terlewati dan sadarkah kita seringkali menyepelekannya. Misalnya ketika menulis buku. Kita memang yang menulis dan mencantumkan nama kita sendirian. Tapi dibalik itu, peranan orang lain juga turut andil. Ada editor, penerbit, maupun orang-orang disekeliling kita yang menjadi inspirasi.

 

Banyak sekali orang yang memiliki tanggung jawab besar, mengelola sebuah organisasi dengan puluhan cabang diseluruh Indonesia. Tapi tahukah bahwa orang tersebut tidak mungkin melakukannya sendirian. Dia pasti didampingi beberapa orang lain yang siap membantunya. Dan setiap orang lain tersebut melakukan pekerjaan-pekerjaan kecil.

 

Tanpa mereka (baca orang lain), dia tidak mungkin mampu memikul tanggung jawab besar tersebut. Ada sebuah pepatah yang bagus, bahwa segala sesuatu urusan didalam organisasi/perusahaan tidak ada yang rumit dan pelik.. memang satu urusan membutuhkan tanggung jawab yang besar, namun tidak pernah rumit. Segala sesuatu bisa diambil cara sederhana.

 

Pepatah  ini menggugah kesadaran kita yang kadang melupakannya. Bahwa  kita tidak mungkin melakukan sesuatu sendirian. Dalam setiap pekerjaan, pasti ada peran orang lain, dan selama ada peran orang lain yang membantu, tidak ada
satu hal pun yang mustahil kita lakukan.

 

Bahwa semua pekerjaan besar terbagi dalam pekerjaan-pekerjaan kecil. Semua pekerjaan besar, dapat dipecah menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil. Maka jangan egois untuk mengatakan bahwa kita bisa mengerjakan besar sendirian. 

Artikel diatas  tersebut sangat menarik …“Belajarlah dari pengalaman” pengalaman yang kita rasakan ataupun pengalaman orang lain. Ungkapan tersebut sering kita dengar. Belajar dari kesalahan orang lain akan membuat kita lebih efektif mencapai tujuan. Pengalaman selama bekerja akan menjadi menarik apabila dapat dibagikan dan dikupas bersama-sama. Pengalaman kebuntuan gagasan, pengalaman kesulitan menembus sesuatu. Pengalaman kegagalan akan menjadi sangat menarik untuk dibagikan ke orang lain selain cerita keberhasilan tentunya yang akan lebih menarik untuk dipahami.

Kita memang membutuhkan orang lain…kehidupan dapat berjalan dengan orang lain.. apabila kita berjalan sendiri maka kita akan menjadi orang yang kesepian…orang yang kaya raya adalah orang yang bisa memberikan kebahagiaan kepada orang lain walaupun dia dalam kondisi apapun.

Semoga aku bisa menjadi orang yang kaya raya…amien..



You can leave a comment, or trackback from your own site. RSS 2.0

5 comments

  1. Syahrul Khoiri says:

    Tulisan/artikelnya bagus bu.
    Memang manusia yang hidup di dunia ini perlu dan harus ada teman bahkan pasangan hidupnya, ini terbukti dan sesuai dengan sesuai dengan sunnatullah dengan diciptakannya hawa oleh Alah SWT untuk menjadi teman/pasangan nabi Adam AS.

    Saya berpendapat kalau kita hidup sendiri tidak ada teman/pasangan maka kita termasuk orang yang mengingkari sunnatullah. Masalahnya sekarang yang dapat dijadikan teman kita tersebut orang yang bagaimana?

    Atas pertanyaan ini dan sesuai rangkuman kata2 mutiara yang bu Dewi sajikan diatas, orang yang dapat dijadikan teman tersebut bahkan dijadikan pasangan hidup adalah orang yang dapat dan selalu memberikan perhatian, kasih sayang, cintanya dan kepedulian kepada kita baik di kala suka maupun duka.

    Dari tulisan bu Dewi tersebut saya belum mengerti mengapa bu Dewi katakan masih harus menunggu 11 tahun lagi untuk merasakan keindahan hidup?? bukankah di awal tulisan bu dewi menyatakan seakan-akan re-born atas keindahan yang dirasakan bahkan wajah Bu dewi menjadi berseri-seri??

    Saya hanya dapat mendoakan semoga saja keindahan dan keindahan hidup yang bu dewi rasakan dan selalu harapkan cepat dapat tercapai tidak harus menunggu 11 tahun..bukankah lebih cepat lebih baik?? bukan kampanye lho… aamien..wassalam Syahrul Khoiri..

    July 4th, 2009 at 10:25 am

  2. dewi.poedjiastuti says:

    Assww Pa Syahrul Khoiri surprise..terima kasih sdh berkunjung ke web saya..

    seseorang mengatakan kepada saya bahwa keindahan nyata akan terjadi pada usia 60 thn, bila usia saya 49 thn utk mencapainya menunggu 11 thn lagi.. itupun bila usia kita bisa mencapainya bila tidak maka hanya cita-cita yang tidak mungkin mencapainya..

    walaupun kita tidak mungkin mencapainya..paling tidak re-born, keindahan dan keberserian wajah telah dirasakan kini..
    terima kasih atas kritisinya yang baik sekali..

    Wah Pa Syahrul titip pesan lebih cepat lebih baik ya? awas pa nanti ada yang mencatat..

    sekali lagi terima kasih sudah berkunjung ke web saya..

    wass dewi

    July 5th, 2009 at 10:47 am

  3. Pramono TH says:

    Assalamualaikum wr wb, Wah hebat saya senang sekali membaca tulisan anda
    Wassalam
    Pramono TH

    August 21st, 2009 at 2:11 pm

  4. dewi pm says:

    Mas promono ysh, terima kasih anda sudah mampir di web dan membaca tulisan sederhana saya..

    Tulisan itu hanya ungkapan semua yang ada di pikiran saya dibuat sangat sederhana dan memang sesuai dengan kehidupan saya yang sangat sederhana..
    semogga tulisan tsb ada manfaatnya.

    sekali lagi terima kasih sdh mampir..

    salam dewi

    September 9th, 2009 at 6:00 am

  5. Donny says:

    Tulisan yang menarik….keep writing and sharing….Salam kenal Bu….

    December 28th, 2009 at 4:00 am

Leave a comment


Dewi Poedjiastuti
Ibu Rumah Tangga, Karyawati dan juga Mahasiswi. Bekerja dan bertempat tinggal di Ibukota Jakarta.  Web site ini merupakan pelabuhan ideku Apa yang kurasakan dan ingin kunyatakan dalam bentuk tulisan ada dalam web site ini. Lebih Detail >>



Kategori :
Posting :
Komentar :


Hak Cipta © 2006-2007 Dewi-Poedjiastuti.com
Webhosting didukung oleh C211 Web Services